Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

GPSO Rampungkan Private Placement, Siapkan Ekspansi ke Real Estat

GPSO Rampungkan Private Placement, Siapkan Ekspansi ke Real Estat Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) merampungkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp28,47 miliar melalui penerbitan 66,67 juta saham baru. Dana tersebut masuk setelah seluruh saham baru diserap PT PIMSF Pulogadung, pemegang saham pengendali baru GPSO yang terafiliasi dengan Tjokro Group.

GPSO menerbitkan 66.674.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp50 per saham dan harga pelaksanaan Rp427 per saham. Total dana yang diperoleh dari aksi tersebut mencapai Rp28.469.798.000.

Perseroan mendistribusikan saham baru kepada PT PIMSF Pulogadung pada 3 Juli 2026. Saham hasil PMTHMETD dijadwalkan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 6 Juli 2026, sedangkan pengumuman hasil pelaksanaan dijadwalkan pada 8 Juli 2026.

Pemegang saham sebelumnya telah menyetujui aksi penambahan modal tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 22 Juni 2026.

Seiring masuknya pengendali baru, GPSO juga menambah tiga klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), yakni aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis lainnya, perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan beserta suku cadang serta perlengkapannya, serta aktivitas real estat atas bangunan dan lahan nonhunian milik sendiri atau sewa.

Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk Dionysius Tjokro mengatakan perubahan KBLI dilakukan untuk menyelaraskan kegiatan usaha perseroan dengan ekosistem bisnis pemegang saham pengendali baru.

“Perubahan KBLI dilakukan sejalan dengan perubahan pemegang saham pengendali Perseroan, yaitu PT PIMSF Pulogadung yang merupakan afiliasi dari Tjokro Group. Melalui perubahan tersebut, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha yang selaras dan bersinergi dengan ekosistem bisnis Tjokro Group. Dengan perubahan KBLI ini, Perseroan optimistis dapat memperluas sumber pendapatan dan memperkuat kinerja usaha melalui sinergi dengan Tjokro Group,” ujar Dionysius Tjokro.

Penambahan KBLI mencakup KBLI 70209 untuk aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis lainnya, KBLI 46591 untuk perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan berikut suku cadang dan perlengkapannya, serta KBLI 68129 untuk aktivitas real estat atas bangunan dan lahan nonhunian milik sendiri atau sewa.

GPSO tetap mempertahankan KBLI 46599 yang mencakup perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya. Perseroan juga menyatakan akan mempertahankan lini usaha alat survei, pemetaan tanah, serta jasa pengukuran.

Penambahan KBLI real estat menjadi dasar GPSO menyiapkan pembelian aset milik PT JIC dengan estimasi nilai sekitar Rp78 miliar. Perseroan berencana menyewakan aset tersebut untuk menambah pendapatan.

“Aset tersebut direncanakan untuk disewakan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi Perseroan,” kata manajemen.

Baca Juga: MUTU Umumkan Private Placement Rp29,9 Miliar untuk Akselerasi Bisnis

Baca Juga: Dari Akuisisi Rp4 Triliun ke Obligasi Rp319 Miliar, Ini Aksi Jumbo DSSA

Rencana pembelian aset tersebut masuk dalam alokasi belanja modal atau capital expenditure GPSO pada 2026. Manajemen menyatakan perseroan masih menjalani penyesuaian administratif dan operasional pada kuartal III/2026 setelah perubahan pengendalian dan perluasan kegiatan usaha.

GPSO menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba dapat meningkat bertahap setelah modal baru masuk dan perubahan KBLI dijalankan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri