Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Keputusan FIFA Loloskan Folarin Balogun dari Sanksi Menuai Kontroversi, Diduga Ada Intervensi Politik Donald Trump

Keputusan FIFA Loloskan Folarin Balogun dari Sanksi Menuai Kontroversi, Diduga Ada Intervensi Politik Donald Trump Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komite Disiplin FIFA secara mengejutkan menangguhkan hukuman kartu merah penyerang Tim Nasional Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun.

Keputusan ini membuat Balogun dipastikan bisa memperkuat sang tuan rumah dalam laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia di Seattle Stadium, Senin (6/7/2026) waktu setempat.

Namun, langkah FIFA ini langsung memicu gelombang kontroversi. Muncul tudingan bahwa otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut sengaja mengakomodir tekanan politik setelah Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan menghubungi FIFA sebanyak tiga kali untuk membahas kartu merah sang pemain sebelum keputusan penangguhan resmi dikeluarkan.

Kepastian nasib penyerang kelahiran New York tersebut diperoleh setelah FIFA mengeluarkan pembaruan status pada hari Minggu. Kehadiran striker berusia 25 tahun itu menjadi suntikan tenaga krusial bagi skuad The Stars & Stripes setelah berhasil mengemas tiga gol sepanjang turnamen.

"Berdasarkan penerapan Pasal 27 FDC, pelaksanaan hukuman larangan bertanding otomatis untuk pemain AS, Folarin Balogun, ditangguhkan selama masa percobaan satu (1) tahun,” bunyi pernyataan resmi Komite Disiplin FIFA.

Sebelumnya, Balogun terancam absen setelah menerima kartu merah langsung pada menit ke-64 saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar.

Meski bermain dengan 10 pemain, AS tetap mampu mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-0 dan melaju ke babak berikutnya.

Melansir laporan dari The Guardian, kabar mengenai komunikasi intensif antara Donald Trump dan FIFA langsung memicu kritik tajam dari sejumlah pengamat dan pencinta sepak bola internasional.

Banyak pihak yang mulai mempertanyakan independensi serta netralitas FIFA dalam menegakkan aturan disiplin di atas lapangan.

Terlepas dari kontroversi yang bergulir, kembalinya Balogun ke lini depan membuat publik tuan rumah optimistis AS mampu menembus perempat final Piala Dunia pencapaian yang terakhir kali dirasakan pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat