Kredit Foto: Istihanah
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk menjaga Selat Malaka tetap aman, terbuka, dan bebas dilalui seluruh pengguna jalur pelayaran internasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam Joint Press Statement bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong usai Leaders' Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Menurut Prabowo, Leaders' Retreat tahun ini mencerminkan semakin matangnya hubungan dan tingginya tingkat kepercayaan antara Indonesia dan Singapura dalam membahas berbagai isu strategis, termasuk keamanan kawasan.
"Sekali lagi saya tegaskan di sini bahwa Leaders' Retreat hari ini menunjukkan kematangan dan kepercayaan dalam hubungan Indonesia dan Singapura," ujar Presiden.
Sebagai salah satu hasil pembahasan, kedua negara kembali menegaskan sikap bersama mengenai pentingnya menjaga Selat Malaka sebagai jalur pelayaran internasional yang aman dan terbuka bagi semua negara.
"Sebagai contoh, kita kembali menegaskan sikap Indonesia dan Singapura mengenai Selat Malaka. Indonesia dan Singapura adalah negara yang berbatasan langsung di Selat Malaka. Kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai jalur pelayaran yang bebas bagi semua pihak," kata Prabowo.
Presiden menekankan bahwa keamanan di Selat Malaka harus terus dipelihara, tidak hanya dari ancaman perompakan, tetapi juga dari risiko polusi dan kecelakaan pelayaran. Menurutnya, hal tersebut merupakan kepentingan vital bagi negara-negara yang berada di sekitar selat tersebut.
"Kita harus memelihara keamanan dan perdamaian di selat tersebut, termasuk menjaga dari polusi, kecelakaan, serta perompakan. Hal ini merupakan kepentingan yang sangat vital bagi negara-negara di sekitar Selat Malaka," ujarnya.
Prabowo mengatakan Indonesia dan Singapura akan terus berkoordinasi dengan Malaysia dan Thailand untuk memastikan pengelolaan Selat Malaka tetap sesuai dengan ketentuan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982. Ia menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut harus selalu terbuka, aman, dan dapat diakses oleh seluruh pihak yang memiliki hak untuk melintas.
"Kita akan terus berkoordinasi dengan Malaysia dan Thailand untuk memastikan, sesuai dengan UNCLOS 1982, bahwa Selat Malaka akan selalu terbuka bagi semua, aman, dan dapat diakses oleh siapa pun yang memerlukan akses," tutur Presiden.
Baca Juga: Jelang 60 Tahun Hubungan Diplomatik, Prabowo Ingin Kemitraan RI-Singapura Makin Kuat
Prabowo juga menegaskan kembali komitmennya terhadap hubungan baik Indonesia dan Singapura. Ia mengatakan kemitraan yang erat antara kedua negara telah menjadi keyakinannya sejak lama dan harus terus dipelihara demi kepentingan bersama.
"Sikap Indonesia, dan sikap saya pribadi sejak dahulu, saya kira sudah saya buktikan selama puluhan tahun. Komitmen dan keyakinan saya adalah bahwa Singapura dan Indonesia harus menjadi mitra yang baik serta menjalin kerja sama yang baik," katanya.
Menurut Presiden, hubungan yang kuat antara Indonesia dan Singapura tidak hanya akan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.
"Dengan kerja sama yang baik, hal ini akan menguntungkan tidak hanya rakyat Indonesia dan rakyat Singapura, tetapi juga akan menyumbang stabilitas, pertumbuhan, dan kemakmuran di seluruh Asia Tenggara," pungkas Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: