Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jaksa vs dr. Tifa: Ijazah Jokowi Gaib Tapi Dipaksa Dianggap Asli

Jaksa vs dr. Tifa: Ijazah Jokowi Gaib Tapi Dipaksa Dianggap Asli Kredit Foto: Fajar.co.id
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti jaksa yang menuduh terdakwa Tifauzia Tyassuma alias dr. Tifa memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi yang menuduh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menggunakan ijazah palsu selama menjabat.

Menurut Gigin, narasi yang dibangun penggugat dr. Tifa justru berusaha meyakinkan publik bahwa meski ijazah Jokowi tidak pernah ditunjukkan secara langsung, keasliannya terjamin.

"Penggugat dr Tifa membangun opini bahwa meski ijazahnya gaib tapi asli," tulis Gigin di akun X pribadinya, dikutip Selasa (7/7).

Dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026), jaksa mendakwa dr. Tifa sengaja menggunakan media sosial, termasuk platform X, untuk menyebarkan narasi bohong dan fitnah agar publik percaya ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM milik Jokowi palsu.

"Bahwa perkataan yang diucapkan oleh Terdakwa dengan cara menyampaikan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik seolah-olah data yang otentik telah membentuk persepsi publik agar masyarakat percaya atau meyakini ijazah S-1 saksi lr. H. Joko Widodo adalah palsu," kata jaksa dalam pembacaan dakwaan.

Jaksa menyebut unggahan dr. Tifa menimbulkan kerugian immateril bagi Jokowi berupa tercemarnya nama baik.

Baca Juga: Vonis Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi: Pola Serupa Bambang Tri, Penjara Menanti

"Saksi Joko Widodo merasa telah dihina sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya bahkan terdapat pihak-pihak yang ikut menuduh saksi," kata jaksa.

Jaksa menjelaskan bahwa rentetan unggahan Dokter Tifa di media sosial X, mulai dari analisis bentuk anatomi wajah, foto wisuda, dan sampul ijazah UGM, dinilai menyerang kehormatan, harkat, dan martabat Jokowi secara personal. Tudingan tersebut memicu pihak-pihak lain ikut menuduh Jokowi menggunakan dokumen palsu demi pencalonan pejabat publik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya