Kredit Foto: Akun X @@Ika_mayl
Penulis terkemuka Indonesia, Boy Candra, menyindir perbedaan pola pembelaan antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Menurut Boy, setiap kali program MBG dikritik, selalu muncul banyak pihak yang langsung membela. Sebaliknya, kritik terhadap KDMP tidak mendapat pembelaan sebesar MBG.
"Sepertinya pembela mbg dan kdmp ini beda ya. Tiap ada kritik mbg, pasti muncul banyak banget pembelanya. Giliran kopdes merah putih, nggak sebegitunya," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (7/7).
Ia kemudian menyindir kemungkinan penyebabnya. "Apa karena kdmp ini banyak yang muncul videonya di area sepi, jadi pembelanya juga sepi. Atau karena kdmp ini enggak dimiliki pengusaha seperti mbg," tandasnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui terdapat banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya hal itu wajar karena program masih baru.
Ia menegaskan akan ada efisiensi besar-besaran terhadap anggaran MBG.
"Ini perintah Bapak Presiden itu. Jadi enggak usah takut, kalau program pertama pasti banyak bolongnya," imbuhnya.
Pemerintah diketahui telah memangkas pagu awal anggaran MBG 2026 sebesar Rp67 triliun, sehingga anggarannya turun dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Pada pertengahan hingga akhir Juni 2026, anggaran MBG kembali dipangkas lagi sekitar Rp40 triliun hingga Rp50 triliun dari angka Rp268 triliun tersebut.
Baca Juga: Drama MBG Memanas, Purbaya Klaim Jadi Satu-satunya Pejabat yang Berani Datang ke BGN
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari membenarkan adanya pengurangan hampir Rp40 triliun ini sebagai bagian dari bersih-bersih anggaran.
Dengan pemotongan tersebut, proyeksi anggaran berjalan MBG berada di kisaran Rp220–230 triliun, atau dibulatkan pada level Rp260–270 triliun tergantung skenario final efisiensi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya