Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Nasib Buruk, Ada Faktor Eksternal di Balik Kemenangan Argentina atas Mesir di Piala Dunia 2026

Bukan Nasib Buruk, Ada Faktor Eksternal di Balik Kemenangan Argentina atas Mesir di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan melontarkan kritik tajam usai timnya tersingkir secara dramatis dari babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan Argentina menurutnya tidak semata ditentukan oleh permainan di lapangan, melainkan juga dipengaruhi faktor eksternal yang menurutnya menguntungkan sang juara bertahan.

Hassan mengaku kecewa dengan sejumlah keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR). Mesir diketahui harus mengubur mimpi melangkah ke perempat final setelah kalah 2-3 dari Argentina dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta. Padahal, The Pharaohs sempat unggul dua gol sebelum akhirnya dibalikkan oleh Lionel Messi Cs.

Baca Juga: Amerika Tak Gubris Protes Israel, Trump Siap Cabut Sanksi dan Buka Jalan Penjualan F-35 ke Turki

"Saya tidak ingin berbicara soal nasib buruk. Kami telah dicurangi hari ini. Kami mengalami ketidakadilan," kata Hossam Hassan, Rabu (8/7).

Mesir sebenarnya tampil mengejutkan sejak awal pertandingan. Tim asal Afrika itu unggul lebih dulu melalui sundulan Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico. Sebelumnya, Zico juga sempat mencetak gol lain yang dianulir setelah wasit menyatakan terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martinez.

Argentina kemudian bangkit. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan sebelum kedudukan dibuat sama oleh Lionel Messi. Gol tersebut menjadi gol kedelapan bintang tersebut sepanjang Piala Dunia 2026.

Kontroversi kembali muncul menjelang gol kemenangan dari Argentina oleh Enzo Fernandez. Pihak Mesir meyakini mereka seharusnya memperoleh hadiah penalti setelah salah satu pemainnya dianggap dijatuhkan oleh Alexis Mac Allister. Namun insiden tersebut tidak ditinjau melalui VAR.

Hassan menilai keputusan-keputusan tersebut menunjukkan tidak adanya perlakuan yang adil terhadap timnya.

"Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau sportivitas. Penalti kami tidak diberikan dan bahkan tidak diperiksa melalui VAR. Gol kedua kami dianulir secara luar biasa. Semua orang melihat jelas ada tarikan pada jersey pemain kami, tetapi tidak ada pemeriksaan VAR," ujarnya.

Pelatih itu bahkan menduga terdapat kepentingan lain di balik keputusan-keputusan yang terjadi selama pertandingan. Menurutnya, ada kemungkinan pihak tertentu ingin memastikan Argentina tetap bertahan di turnamen bersama bintang mereka, Lionel Messi.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di kompetisi. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing. Dalam sepak bola, terkadang ada faktor-faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia mendapat dukungan di setiap level," ungkap Hassan.

Kekecewaan Hassan begitu besar hingga ia mengaku tidak lagi berminat mengikuti sisa pertandingan Piala Dunia 2026.

"Saya tidak akan lagi mengikuti pertandingan-pertandingan di Piala Dunia ini. Ini cara saya menyampaikan protes," tegasnya.

Selain menyoroti kepemimpinan wasit, ia juga mengkritik jadwal pertandingan yang dianggap tidak berpihak kepada para pemain. Duel Mesir vs Argentina digelar pada pukul 12.00 waktu setempat, hanya empat hari setelah kedua tim memainkan laga babak 32 besar. Menurutnya, waktu pertandingan tersebut tidak ideal bagi pemain profesional.

"Siapa pun yang membuat jadwal seperti itu belum pernah bermain sepak bola. Anda tidak menjadwalkan pertandingan pada pukul 12 siang. Pada jam itu orang berjalan-jalan atau makan siang, bukan bermain sepak bola," katanya.

Terlepas dari kekalahan yang dialami, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan anak asuhnya. Ia menilai mayoritas pemain timnya yang berkompetisi di liga domestik mampu memberikan perlawanan sengit kepada Argentina.

Baca Juga: Diungkap Kubu Jokowi, Ada 'Kejutan' untuk Roy Suryo di Praperadilan Kasus Ijazah: Jangan Senang Dulu

"Saya sangat puas dengan usaha para pemain. Mayoritas pemain kami berasal dari liga Mesir. Selain Mohamed Salah dan Omar Marmoush, mereka bermain di kompetisi domestik, tetapi tetap mampu bersaing dengan siapa pun," tutur Hassan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: