Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sirene Perang Meraung di Kuwait dan Bahrain, Iran Hantam Pangkalan AS Usai Digempur 90 Target

Sirene Perang Meraung di Kuwait dan Bahrain, Iran Hantam Pangkalan AS Usai Digempur 90 Target Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kawasan Teluk kembali membara. Sirene peringatan serangan udara meraung-raung di Kuwait dan Bahrain pada Kamis (9/7/2026) setelah Iran melancarkan pembalasan atas serangan terbaru Amerika Serikat.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pasukannya menyerang pangkalan militer AS di dua negara tersebut menggunakan rudal dan drone. Target yang diserang mencakup infrastruktur dan fasilitas utama di Pangkalan Arifjan dan Ali Al Salem di Kuwait, serta Pangkalan Juffair dan Sheikh Isa di Bahrain.

IRGC bahkan mengancam akan memperluas serangan ke pangkalan lain di seluruh kawasan Teluk jika AS terus melancarkan serangan terhadap Iran. Ancaman ini memperlihatkan eskalasi konflik yang kian mengkhawatirkan.

Militer Kuwait mengonfirmasi sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone yang masuk. Rentetan ledakan terdengar di berbagai wilayah Kuwait akibat aktivitas pencegatan tersebut.

"Staf Umum militer menyatakan bahwa setiap ledakan yang terdengar merupakan akibat dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan-serangan bermusuhan," demikian pernyataan militer Kuwait via media sosial X.

Bahrain juga mengaktifkan sirene peringatan serangan udara dan meminta warga bergerak menuju tempat aman. Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta seluruh warga dan penduduk untuk tetap tenang.

"Sirene telah dibunyikan. Warga dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Bahrain.

Baca Juga: Nasib Amerika Dipermalukan Belgia 4-1 di Piala Dunia Jadi Bahan Candaan Eropa di KTT NATO

Serangan Iran ini merupakan respons atas gempuran AS yang menghantam sekitar 90 target militer Iran pada Rabu (8/7/2026) malam waktu Teheran. CENTCOM menyebut serangan itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz.

"Pasukan AS telah menghantam sekitar 90 target militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, aset pengintaian pesisir, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang garis pantai Iran," sebut CENTCOM dalam pernyataannya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: