Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pejabat AS: Konflik dengan Iran di Selat Hormuz Bisa Berlangsung Berminggu-minggu

Pejabat AS: Konflik dengan Iran di Selat Hormuz Bisa Berlangsung Berminggu-minggu Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat disebut tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konflik bersenjata yang berlangsung selama beberapa hari bahkan berminggu-minggu dengan Iran di kawasan Selat Hormuz. Proyeksi tersebut muncul setelah eskalasi militer kedua negara terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada Axios bahwa durasi maupun intensitas konflik akan sangat bergantung pada langkah yang diambil Iran selanjutnya. Menurutnya, Washington melihat adanya kelompok di dalam pemerintahan Iran yang tidak puas dengan situasi terkini dan mulai meningkatkan serangan terhadap kepentingan AS.

Pejabat tersebut menyebut Amerika Serikat masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi. Namun, Washington menegaskan tidak akan menerima kesepakatan yang dinilai tidak memenuhi tuntutan mereka.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Iran selama dua hari berturut-turut pada Rabu (8/7/2026) hingga Kamis dini hari.

Mengutip Associated Press, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru menargetkan sekitar 90 sasaran militer Iran. Target tersebut meliputi sistem pertahanan udara, fasilitas pengawasan pesisir, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, hingga infrastruktur logistik militer di sepanjang garis pantai Iran.

CENTCOM menjelaskan operasi tersebut merupakan lanjutan dari serangan sehari sebelumnya yang diklaim menghantam lebih dari 80 target militer Iran.

Eskalasi itu terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

Saat menghadiri KTT NATO di Turki, Trump menegaskan dirinya menganggap kesepakatan dengan Teheran tidak lagi berlaku.

"Kurasa itu sudah berakhir," kata Trump.

"Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir," lanjutnya.

Trump mengungkapkan delegasi Amerika Serikat sebenarnya masih ingin membuka ruang perundingan damai. Namun, menurutnya, upaya bernegosiasi dengan Iran kini hanya membuang waktu.

Serangan yang dilancarkan AS pada Kamis dilaporkan lebih besar dibandingkan operasi sehari sebelumnya. Di saat bersamaan, sirene peringatan berbunyi sedikitnya dua kali di Bahrain yang menjadi markas Armada Ke-5 Angkatan Laut AS.

Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan di Bahrain maupun negara-negara Teluk lainnya. Sementara itu, militer Kuwait mengaku berhasil mencegat sejumlah drone dan rudal yang mengarah ke wilayahnya.

Baca Juga: Sekjen PBB Dibuat Bingung AS-Iran Berantem Lagi

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menyasar Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas operasi militer Amerika Serikat.

Pejabat militer AS menegaskan serangan terbaru bertujuan semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: