Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bappenas: Spektrum 6 GHz Krusial untuk Percepat Ekonomi Digital Indonesia

Bappenas: Spektrum 6 GHz Krusial untuk Percepat Ekonomi Digital Indonesia Kredit Foto: Antara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menilai ketersediaan spektrum frekuensi 6 GHz akan menentukan kemampuan Indonesia mengembangkan jaringan telekomunikasi generasi berikutnya sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital menuju visi Indonesia Emas 2045.

Koordinator Bidang Ekosistem dan Ruang Digital Bappenas Andreas Bondan Satriadi mengatakan kebutuhan konektivitas nasional akan terus meningkat seiring pesatnya adopsi layanan digital. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan sumber daya spektrum yang memadai agar kapasitas jaringan mampu mengikuti pertumbuhan trafik data.

Menurut Andreas, transformasi digital kini telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur digital tidak lagi bisa dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dalam upaya meningkatkan daya saing Indonesia.

"Kalau kita mendukung visi Indonesia 2045, transformasi digital itu bukan lagi sekadar opsi, memang harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi atau engine of growth sehingga Indonesia bisa keluar dari middle-income trap," ujarnya dalam Seminar dan Workshop Nasional mengenai alokasi spektrum Upper 6 GHz untuk 5G-Advanced dan 6G yang disiarkan langsung di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan pita frekuensi 6 GHz, khususnya pada rentang 6.425–7.125 MHz, memiliki potensi untuk menopang pengembangan jaringan 5G-Advanced hingga 6G. Penambahan spektrum tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bandwidth, terutama di wilayah perkotaan yang mengalami pertumbuhan penggunaan data paling tinggi.

Selain meningkatkan kapasitas jaringan, penggunaan spektrum 6 GHz juga diperkirakan dapat menekan biaya pembangunan infrastruktur dibandingkan pemanfaatan pita frekuensi millimeter wave, sehingga perluasan layanan menjadi lebih efisien.

Baca Juga: Jaga Kedaulatan Hayati Nusantara, Barantin dan Bappenas Perkokoh Pertahanan Negara Nirmiliter

Bappenas juga melihat pemanfaatan spektrum baru tersebut dapat mempercepat digitalisasi sektor industri. Teknologi manufaktur, logistik, pelabuhan, hingga sistem kelistrikan pintar (smart grid) membutuhkan koneksi berkecepatan tinggi dengan latensi rendah agar berbagai proses otomatisasi dapat berjalan optimal.

"Jika di sini bisa diintervensi dengan pembukaan 6 GHz, itu otomatis akan menjadikan akselerator bagi industri-industri tersebut," kata Andreas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman