Bappenas: Spektrum 6 GHz Krusial untuk Percepat Ekonomi Digital Indonesia
Kredit Foto: Antara
Tak hanya sektor industri, peningkatan kualitas konektivitas juga dinilai membuka peluang pengembangan layanan publik berbasis teknologi, termasuk layanan kesehatan jarak jauh (telemedicine) maupun operasi medis jarak jauh (telesurgery) yang membutuhkan koneksi stabil dengan waktu tunda sangat rendah.
Lebih lanjut, Andreas mengatakan optimalisasi spektrum berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Selain memperbesar kontribusi ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB), kebijakan tersebut juga diyakini dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor teknologi sekaligus mempercepat transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, akses internet yang semakin cepat akan membantu UMKM memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional sehingga mampu meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor.
Baca Juga: Bappenas Buka S-LCA 2026, Dorong Penguatan Standar Dampak Sosial
Meski demikian, Andreas mengingatkan bahwa kebijakan pemanfaatan spektrum harus disusun melalui kajian teknis dan ekonomi yang komprehensif. Menurutnya pemerintah perlu memastikan alokasi frekuensi tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan negara, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
"Jadi kami harapkan nantinya di dalam penyusunan rencana optimalisasi 6 GHz kita harapkan kajian tekno-ekonominya sudah matang dan maksimalkan indeks sosial ekonomi. Sehingga tidak hanya optimasi PNBP, tetapi juga untuk berguna bagi masyarakat luas," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman