Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Akibat Protes, Mesir Malah Dikecam FIFA: Siapa Pun Tak Boleh Ragukan Integritas Wasit di Piala Dunia

Akibat Protes, Mesir Malah Dikecam FIFA: Siapa Pun Tak Boleh Ragukan Integritas Wasit di Piala Dunia Kredit Foto: Instagram/egyptnt
Warta Ekonomi, Jakarta -

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akhirnya merespons gelombang kontroversi yang muncul setelah pertandingan babak 16 besar piala dunia 2026 antara Mesir dan Argentina.  Ia menegaskan bahwa tidak seorang pun berhak mempertanyakan integritas perangkat pertandingan tanpa dasar yang jelas.

Ketua Komite Wasit Federasi Sepak Bola Internasional, Pierluigi Collina secara terbuka membela wasit dalam pertandingan terkait setelah menjadi sasaran kritik dari kubu Mesir. Tim Pharaoh menuduh asit dalam pertandingan itu "merekayasa" hasil pertandingan.

Baca Juga: Kejanggalan Dakwaan di Kasus Ijazah Jokowi Terendus Dokter Tifa: Ini Bukanlah Sebuah Kejahatan

Collina memberikan peringatan keras mengenai pentingnya menjaga kepercayaan terhadap perangkat pertandingan Piala Dunia. Ia menegaskan kritik terhadap keputusan wasit merupakan hal yang lumrah dalam sepak bola asal disertai bukti.

"Tidak ada seorang pun yang berhak meragukan integritas wasit di Piala Dunia. Ketika hal itu terjadi, hal itu dapat memicu reaksi yang berujung pada ancaman terhadap wasit dan anggota keluarga mereka, dan ini tidak dapat diterima," katanya, dikutip Jumat (10/7).

Ia juga memastikan lembaganya bekerja secara independen tanpa intervensi dari pihak mana pun, termasuk dari Presiden Federasi Sepak Bola Internasional, Gianni Infantino.

"Tidak ada seorang pun yang dapat mengklaim bahwa kami terpengaruh oleh pihak mana pun, bahkan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Internasional Gianni Infantino," tegasnya.

Collina menegaskan bahwa seluruh wasit yang bertugas di Piala Dunia menjalankan tugasnya secara profesional dan beritikad baik.

Adapun kontroversi bermula ketika Mesir kalah dari Argentina 2-3. Padahal, mereka sempat unggul dua gol hingga menit ke-76 sebelum tim lawan membalikkan keadaan pada menit-menit akhir pertandingan.

Sejumlah keputusan wasit memicu protes dari pemain dan staf pelatih dari Mesir. Salah satu yang menjadi sorotan adalah termsuk pembatalan gol mereka karena dianggap terjadi pelanggaran pada awal proses serangan, serta tidak diberikannya tendangan penalti kepada Mohamed Salah.

Pelatih Mesir Hossam Hassan bahkan mempertanyakan keadilan pertandingan. Ia juga melontarkan dugaan bahwa faktor komersial menjadi alasan kemenangan dari Argentina.

"Mungkin faktor pemasaranlah yang menjadi penyebabnya; mereka tidak ingin pemain bintang tersingkir, mereka ingin sang juara dunia tetap bertahan di Piala Dunia," katanya.

Baca Juga: Nasib Amerika Dipermalukan Belgia 4-1 di Piala Dunia Jadi Bahan Candaan Eropa di KTT NATO

Adapun Pemain Mesir Mustafa Zico menyebut turnamen telah dimanipulasi untuk menguntungkan Argentina. Federasi Sepak Bola Mesir juga mengajukan protes resmi kepada federasi sepak bola dunia dan meminta agar wasit pada pertandingan itu dijatuhi sanksi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar