Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Jawab Keraguan Soal B50: Dulu Dibilang Bisa Rusak Mesin, Kini Indonesia Klaim Berhasil Jadi Pelopor

Prabowo Jawab Keraguan Soal B50: Dulu Dibilang Bisa Rusak Mesin, Kini Indonesia Klaim Berhasil Jadi Pelopor Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program mandatori Biosolar B50 berhasil diwujudkan meski sebelumnya banyak pihak meragukan penerapannya. Ia menyebut kekhawatiran soal dampak terhadap mesin kendaraan hingga penolakan dari berbagai pihak tidak terbukti setelah Indonesia resmi menjalankan program tersebut.

Prabowo mengatakan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang berani menerapkan penggunaan bahan bakar campuran biodiesel 50 persen tersebut. Menurutnya, keberhasilan B50 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengambil langkah besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

"Saudara-saudara, jadi ini prestasi. Kita negara pertama di dunia, satu, yang berani bikin B50. Dua, berhasil bikin B50," kata Prabowo saat meresmikan bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Menurut Prabowo, ketika pemerintah mulai menggagas B50, banyak pihak menyampaikan keberatan. Salah satu alasan yang sering dikemukakan adalah kekhawatiran bahwa penggunaan biodiesel dengan kadar tinggi dapat merusak mesin kendaraan.

"Dulu waktu kita mulai, banyak yang menentang. Tidak bisa, nanti mesin rusak. Nanti pabrik tidak mau kasih kita mesin. Nanti ini, nanti itu. Pokoknya mereka tidak mau kita B50," ujar Prabowo.

Namun, Prabowo menilai berbagai kekhawatiran tersebut tidak menjadi kenyataan. Ia mengatakan pemerintah tetap melanjutkan program B50 karena melihat adanya manfaat besar bagi kemandirian energi nasional.

Selain mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, Prabowo menyebut B50 juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan efisiensi dan menjaga kepentingan ekonomi nasional.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang dapat mengurangi kebocoran anggaran serta mempersempit ruang bagi praktik korupsi. Menurutnya, kemandirian energi harus berjalan beriringan dengan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

"Yang saya perjuangkan bersama pemerintah yang mendukung saya, bersama koalisi yang mendukung saya, dengan mandat yang diberikan oleh rakyat, yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi, korupsi," ucap Prabowo.

Baca Juga: Airlangga Klaim B50 Bisa Hemat Devisa RI Hingga Rp177 Triliun

Prabowo juga menilai Indonesia tidak akan mencapai kemakmuran apabila masih banyak anggaran negara yang bocor akibat praktik korupsi. Karena itu, efisiensi menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjalankan berbagai program nasional.

"Indonesia tidak mungkin makmur kalau korupsi masih merajalela. Indonesia tidak mungkin makmur kalau banyak kebocoran," imbuhnya.

Dengan implementasi B50, pemerintah berharap penggunaan energi berbasis sawit dapat semakin memperkuat posisi Indonesia dalam sektor energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama