Kredit Foto: BPMI
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah terus melakukan penataan terhadap badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak efisien dan membebani keuangan negara.
Langkah tersebut disampaikan saat meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).
Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup ratusan BUMN yang dinilai bermasalah sebagai bagian dari upaya reformasi dan efisiensi perusahaan pelat merah. Menurutnya, jumlah BUMN yang ditutup akan terus bertambah hingga akhir tahun.
"Sampai akhir bulan Juli sudah tutup 240 BUMN yang tidak beres. Sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Desember 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang rugi terus," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Persilakan Masyarakat Laporkan Dugaan Penyimpangan MBG Lewat TikTok
Ia juga mengungkapkan pemerintah telah memangkas berbagai biaya operasional yang tidak produktif melalui langkah efisiensi tersebut.
"Dari gaji direksi saja, overhead-nya mendekati Rp70 triliun. Sudah kita hemat," ujarnya.
Prabowo menilai penataan BUMN menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola perusahaan negara agar lebih sehat, efisien, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Ia menegaskan reformasi akan terus dilakukan untuk memastikan setiap aset negara dikelola secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah