Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Berapa Harga B50? Ini Tarif Solar Campuran Sawit yang Dijual di SPBU

Berapa Harga B50? Ini Tarif Solar Campuran Sawit yang Dijual di SPBU Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah resmi mulai memasarkan bahan bakar minyak (BBM) jenis B50, yakni solar yang mengandung campuran 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit. Meski kandungan biodieselnya meningkat dibanding B40, harga jual untuk masyarakat penerima subsidi dipastikan tidak berubah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga B50 untuk konsumsi domestik tetap dipatok sebesar Rp6.800 per liter.

"Untuk B50 ini untuk konsumsi domestik, khusus kepada saudara-saudara kita yang kena subsidi tetap harganya Rp6.800/liter," ujar Bahlil.

Berdasarkan pantauan di laman resmi Pertamina, harga Biosolar memang masih berada di angka Rp6.800 per liter. Namun, distribusi B50 belum tersedia di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan saat ini sekitar 57 persen SPBU Pertamina telah menjual B50. Distribusinya mencakup wilayah Jawa, Sumatera, hingga sebagian Sulawesi.

"57% SPBU-nya Pertamina udah ada. Itu di Jawa, Sumatera, terus sebagian Sulawesi ada. Jadi mulai menyebar. Tapi Pertamina sudah melaporkan tadi bahwa 57% sudah tersalurkan," jelas Eniya.

Pemerintah juga memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi badan usaha penyedia BBM untuk menghabiskan stok B40 yang masih tersedia. Setelah masa transisi berakhir, seluruh SPBU di Indonesia ditargetkan mulai menjual B50 secara penuh pada 1 Oktober 2026.

Selain memperluas penggunaan energi terbarukan, pemerintah mengklaim kualitas B50 juga lebih baik dibandingkan B40 berdasarkan hasil uji jalan yang telah dilakukan selama enam bulan.

Menurut Bahlil, salah satu indikatornya terlihat dari usia pakai filter bahan bakar kendaraan. Pada penggunaan B40, filter umumnya harus diganti setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 10.000 hingga 20.000 kilometer. Sementara pada B50, sejumlah kendaraan masih menggunakan filter yang sama meski telah menempuh jarak hingga 40.000 kilometer.

"Alhamdulillah, Pak, hasil tesnya ternyata kualitas B50 jauh lebih baik daripada B40," kata Bahlil.

Baca Juga: Pakar Bilang : Program B50 Indonesia Bisa Bebas Belenggu Harga Minyak Dunia

Ia menambahkan pengujian dilakukan pada berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil penumpang, bus, kereta api, hingga kapal dengan merek dari Asia maupun Eropa.

"Ini test case-nya 6 bulan. Jadi kereta api, mobil Mercedes pun dites, Pak. Bus tidak hanya Toyota, Mercedes pun oke. Jadi ini dari Asia sampai Eropa semua kita bikin, kapal-kapal semuanya kita tes," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy