Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Eks Jampidsus Dicurigai Berkhianat, Pengamat: Jokowi 'Sikat' Karena Merasa Terancam?

Eks Jampidsus Dicurigai Berkhianat, Pengamat: Jokowi 'Sikat' Karena Merasa Terancam? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengusutan tiga perkara dugaan korupsi besar yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah terus memantik perhatian publik. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, muncul analisis yang mengaitkan kasus tersebut dengan dinamika politik nasional.

Praktisi intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Candra menilai penanganan perkara yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Polda Metro Jaya tidak bisa dilihat semata-mata sebagai proses penegakan hukum. Menurutnya, ada kemungkinan faktor politik turut mewarnai situasi tersebut.

"Polri melihat ada satu ancaman gitu ya terhadap Pak Jokowi yaitu Jampidsus dalam hal ini ya kan karena dalam beberapa kasus ya kan selalu menyentuh persoalan hukum Jokowi di antaranya kasus Pertamina seperti Ahok bilang di hadapan persidangan bahwa kalau berani Pak Hakim panggil Pak Jokowi," katanya dalam tayangan YouTube Forum Keadilan TV.

Ia juga menyinggung perkara lain yang menurutnya ikut menyeret nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Baca Juga: Eks Jampidsus Tersangka karena Jokowi? Pengamat Sebut Ada Politik Saling Sandera yang Mengerikan

"Kasus Nadiem yang juga muncul adanya pemberian dana kepada Jokowi kan gitu. Nah, dari dua kasus ini menimbulkan keresahan Pak Jokowi terkait dengan eksistensi Jampidsus yang hari ini sudah mulai bergeser orientasi loyalitasnya kepada Presiden," sambung dia.

Dalam pandangannya, hubungan Febrie dengan Jokowi pun disebut telah berubah dibanding sebelumnya. Ia bahkan menilai bahwa Febrie dianggap tidak lagi sejalan.

"Itulah makanya yang membuat resah Pak Jokowi. Artinya apa? Semacam kalau di sisi Pak Jokowi mungkin ini berkhianat nih orang kan," ungkapnya.

Sri Radjasa juga menyinggung penanganan sejumlah perkara besar pada masa lalu yang menurutnya sarat nuansa politik, seperti kasus Asabri dan Jiwasraya.

"Dulu memang betul bahkan dialah (Febrie) algojo yang paling beringas. Contoh dalam kasus Asabri dan Jiwasraya gitu kan. Itu sangat kental sekali nuansa kepentingan politiknya di mana Jokowi ingin mengambilalih Partai Golkar di Jiwasraya," lanjutnya.

"Persoalannya sekarang dianggap mungkin Pak Febrie sebagai pengkhianat gitu loh akhirnya. Dan Jokowi tahu bahwa begitu beringas Febrie kalau dia menangani persoalan hukum apalagi berdasarkan pesanan kekuasaan ya, terlepas dari persoalan hukum yang yang dihadapkan oleh Febri," bebernya.

Lebih lanjut, Sri Radjasa turut menyinggung isu pergantian Jaksa Agung yang sempat berkembang. Menurutnya, posisi Febrie disebut menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa tersebut.

"Semua ini karena apa? Karena ada kedekatan dengan Pak Hashim Djojohadikusumo Jampidsus ya kan. Nah, dihadapkan oleh situasi seperti ini kan apalagi kemudian ada informasi akan pergantian Jaksa Agung, tentunya Jampidsus ini sebagai pesaing utama dari pihak-pihak lain yang ingin menginginkan jabatan itu," ujarnya.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Eks Jampidsus Layak Divonis Mati, Kecuali Ada...

Ia melanjutkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, Febrie disebut pernah dipanggil Presiden terkait isu pergantian Jaksa Agung. Menurutnya, hal itu kemudian memunculkan dugaan adanya kepentingan politik di balik proses hukum yang kini berjalan.

"Kenapa saya bilang? Karena Jampidsus sudah dipanggil Presiden terkait dengan jabatan itu. Nah, tentunya ini perlu diambil langkah untuk impunitas diamputasi gitu ya. Itu tadi yaitu penegakan hukum. Mulai penegakan hukum ditersangkakanlah Jampidsus," ucap Radjasa.

Meski menyampaikan analisis tersebut, Sri Radjasa tetap menegaskan dukungannya terhadap langkah aparat apabila proses hukum dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah.

"Kita juga bukan tidak setuju dengan dengan Polri dalam penegakan. Oh, setuju bahkan kita kawal ya kan, yang menyangkut kejahatan yang melibatkan Febrie. Cuma persoalannya ya ada kepentingan politik di balik semua ini terkait dengan perebutan kekuasaan, terkait dengan adanya kepentingan apa namanya Pak Jokowi yang dalam hal ini masih terus bernafsu untuk merebut 2029 kan gitu," paparnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri