Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS Bantah Klaim Iran Soal HIMARS Hancur dan 3 Tentara Tewas, CENTCOM Sebut Propaganda

AS Bantah Klaim Iran Soal HIMARS Hancur dan 3 Tentara Tewas, CENTCOM Sebut Propaganda Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) membantah keras klaim Iran yang menyebut tiga personel militer AS tewas setelah sistem peluncur roket HIMARS dihancurkan dalam serangan drone di Kuwait. Washington menegaskan informasi tersebut merupakan propaganda yang tidak sesuai fakta.

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM memastikan tidak ada prajurit Amerika yang menjadi korban dalam insiden yang diklaim oleh Iran tersebut. Militer AS juga menolak seluruh narasi yang menyebut sistem persenjataannya berhasil dilumpuhkan.

"KLAIM: Propaganda Iran hari ini mengklaim bahwa tiga personel Amerika tewas di Kuwait akibat serangan-serangan dari Iran," demikian pernyataan CENTCOM.

Bantahan itu muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menghancurkan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi atau High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) milik AS yang ditempatkan di Kuwait.

IRGC menyebut operasi tersebut dilakukan menggunakan drone presisi yang menargetkan peluncur rudal darat-ke-darat beserta pod rudalnya. Menurut mereka, sistem itu dalam posisi siap digunakan untuk menyerang wilayah Iran.

Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim seluruh sistem peluncur berhasil dihancurkan. Mereka juga menyebut terdapat tiga tentara AS yang tewas serta sejumlah personel lain mengalami luka-luka.

Klaim tersebut turut menyebut HIMARS sebelumnya digunakan untuk meluncurkan rudal jarak pendek yang menyasar sejumlah lokasi di pesisir selatan Iran selama konflik dengan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung sejak Februari lalu.

Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti independen yang menguatkan klaim tersebut. Otoritas Kuwait juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan serangan terhadap sistem pertahanan milik Amerika Serikat di wilayahnya.

Baca Juga: Diungkap Mantan Diplomat Senior Amerika, Trump dan Israel Sudah Beda Tujuan di Perang Iran

Sebelumnya, pemerintah Kuwait memang melaporkan adanya serangan terhadap tiga pos perbatasan di wilayah utara negara itu. Selain itu, sebuah anjungan pengeboran lepas pantai milik Kuwait Oil Company (KOC) juga dilaporkan menjadi sasaran.

Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan material dan menyebabkan seorang pekerja mengalami luka-luka. Namun, pemerintah Kuwait tidak mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Perbedaan pernyataan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menunjukkan tingginya perang informasi yang menyertai konflik di Timur Tengah. Hingga saat ini, belum ada verifikasi independen yang dapat memastikan kebenaran klaim dari kedua belah pihak.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: