Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Tengah Tuntutan ESG dan Proyek Strategis Nasional, Surveyor Indonesia Perkuat Peran Assurance bagi Dunia Usaha

Di Tengah Tuntutan ESG dan Proyek Strategis Nasional, Surveyor Indonesia Perkuat Peran Assurance bagi Dunia Usaha Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Percepatan pembangunan nasional dan meningkatnya tuntutan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) membuat kebutuhan terhadap layanan assurance atau pemberian keyakinan independen semakin penting bagi dunia usaha.

Tidak hanya memastikan kualitas suatu proyek, assurance juga berperan menjaga kepatuhan terhadap standar, meningkatkan transparansi, serta memperkuat kepercayaan investor dan pemangku kepentingan.

Kebutuhan tersebut semakin relevan seiring pemerintah yang terus mendorong pembangunan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), hilirisasi industri, hingga transisi menuju ekonomi hijau.

Dalam ekosistem tersebut, perusahaan penyedia layanan Testing, Inspection, Certification, and Consultancy (TICC) memiliki peran untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Salah satu perusahaan yang memperkuat peran tersebut adalah PT Surveyor Indonesia (PTSI). Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan pelat merah ini memberikan layanan survei, inspeksi, sertifikasi, dan konsultansi bagi berbagai sektor industri, mulai dari energi, infrastruktur, manufaktur, pertambangan, hingga sektor publik.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi, mengatakan peran assurance kini tidak lagi terbatas pada inspeksi dan sertifikasi. Dunia usaha juga membutuhkan dukungan dalam memastikan implementasi ESG berjalan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Dalam lingkup ESG, PT Surveyor Indonesia berperan sebagai akselerator sekaligus mitra dalam mendorong inisiatif keberlanjutan," ujar Fajar.

Menurutnya, penerapan ESG tidak cukup hanya diwujudkan dalam komitmen atau laporan keberlanjutan. Seluruh indikator harus didukung data yang akurat dan dapat diverifikasi sehingga memiliki kredibilitas di mata investor maupun pemangku kepentingan lainnya.

Perubahan kebutuhan industri tersebut juga mendorong transformasi layanan assurance. Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada pengujian dan inspeksi teknis, kini perusahaan dituntut mampu mendukung tata kelola, manajemen risiko, hingga pemenuhan standar keberlanjutan yang semakin menjadi perhatian pasar global.

Di sisi lain, digitalisasi turut mengubah proses bisnis layanan TICC. Pemanfaatan teknologi memungkinkan proses inspeksi, pengumpulan data, hingga pelaporan dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan transparan sehingga membantu meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan.

Menurut Fajar, tantangan dunia usaha ke depan juga akan semakin kompleks. Perubahan iklim, efisiensi energi, hingga ketahanan rantai pasok kini menjadi bagian dari risiko bisnis yang harus dikelola secara sistematis.

"Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi faktor risiko yang harus dimitigasi dunia usaha secara sistematis dan terukur," jelasnya.

Baca Juga: KEK Industropolis Batang Perkuat Daya Tarik Investasi Lewat Pengelolaan ESG

Karena itu, PTSI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dunia usaha melalui layanan assurance yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap standar, tetapi juga mendukung peningkatan daya saing dan keberlanjutan bisnis.

Seiring percepatan pembangunan nasional dan meningkatnya tuntutan pasar terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab, assurance diperkirakan akan menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.

Melalui layanan TICC yang dikembangkannya, PTSI berupaya mendukung terciptanya kualitas, transparansi, dan kepercayaan dalam berbagai proyek pembangunan maupun aktivitas industri di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat