Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

GULA Optimalkan Limbah Produksi demi Strategi Zero-Waste

GULA Optimalkan Limbah Produksi demi Strategi Zero-Waste Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Aman Agrindo Tbk (GULA) memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sepanjang 2025 dengan mencatat penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) serta menyiapkan strategi zero-waste sebagai fokus operasional pada 2026. Perseroan menilai penguatan aspek keberlanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas bisnis dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan.

Dalam laporan tahunan 2025, GULA mencatat intensitas emisi GRK turun menjadi 7,53 tCO2e per ton dibandingkan 7,87 tCO2e per ton pada 2024. Penurunan tersebut mencerminkan efektivitas efisiensi energi dan pengelolaan operasional ramah lingkungan yang diterapkan secara konsisten oleh perseroan.

Di sektor lingkungan, GULA juga memperkuat pemanfaatan limbah hasil panen tebu untuk mendukung produktivitas lahan dan kesuburan tanah. Perseroan memanfaatkan sisa hasil panen sebagai pupuk organik guna mendukung operasional yang semakin mendekati konsep zero-waste.

Langkah tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah produksi agar dapat kembali digunakan dalam proses operasional dan mendukung efisiensi biaya produksi.

Pada aspek sosial, perseroan memperluas diversifikasi usaha melalui pembangunan pabrik gula merah sebagai bagian dari pengembangan produk dan peningkatan layanan kepada konsumen. Pengembangan usaha tersebut juga diharapkan memperluas kontribusi ekonomi perseroan terhadap masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Di sisi ketenagakerjaan, GULA menyatakan tetap menerapkan prinsip kesetaraan dan transparansi dalam seluruh proses pengelolaan sumber daya manusia, mulai dari rekrutmen hingga promosi jabatan berdasarkan kompetensi dan kualifikasi.

Sementara itu, dari aspek tata kelola perusahaan, implementasi Good Corporate Governance (GCG) disebut berjalan optimal sepanjang 2025. Perseroan mencatat tidak terdapat laporan pelanggaran melalui mekanisme Whistleblowing System (WBS), baik terkait isu lingkungan maupun pengaduan masyarakat lainnya.

Memasuki 2026, manajemen GULA menyiapkan sejumlah strategi lanjutan untuk memperkuat implementasi ESG di seluruh lini operasional. Salah satu fokus utama perseroan adalah peningkatan efisiensi energi, terutama setelah mulai beroperasinya pabrik gula merah milik perusahaan.

Selain itu, perseroan juga akan memperkuat implementasi konsep zero-waste dengan memanfaatkan limbah produksi seperti blotong sebagai pupuk organik, serta abu batu bata untuk bahan campuran paving block dan material bangunan lainnya.

Perseroan menilai langkah tersebut dapat menciptakan efisiensi operasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah hasil produksi.

GULA juga menyatakan tetap fokus memperluas pemberdayaan masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah operasional perusahaan.

Manajemen meyakini implementasi prinsip keberlanjutan secara konsisten dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang sekaligus memperkuat daya tarik perseroan di mata investor.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri