Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perang Iran Kembali Berkobar, Amerika Berlakukan Lagi Blokade Selat Hormuz

Perang Iran Kembali Berkobar, Amerika Berlakukan Lagi Blokade Selat Hormuz Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran. Hal itu dilakukannya dengan mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap aktivitas pelayaran Iran di Selat Hormuz. 

Trump menegaskan bahwa selat tersebut akan tetap dibuka bagi lalu lintas internasional. Namun, akses tersebut tidak berlaku bagi kapal maupun pelanggan yang berhubungan dengan Iran.

Baca Juga: Drama Kasus Febrie Adriansyah, Polisi dan Kejagung Diam-diam Langkahi Mekanisme Istimewa Milik KPK

"Selat Hormuz terbuka dan akan tetap terbuka, dengan atau tanpa Iran. Kami memberlakukan kembali Blokade Iran. Ia dinamakan demikian karena hanya menghentikan kapal-kapal musuh atau pelanggan mereka untuk masuk maupun keluar. Semua negara lain akan tetap memperoleh akses yang adil dan terbuka ke Selat Hormuz," ungkap Trump, Selasa (14/7).

Pernyataan tersebut menandai kembalinya kebijakan blokade terhadap Iran. Hal ini menyusul ketegangan kawasan yang kembali memanas akibat meningkatnya ketegangan militer antara Washington dan Teheran.

Trump menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk menutup Selat Hormuz. Menurutnya, negara-negara lain tetap dapat memanfaatkan jalur pelayaran tersebut secara normal selama tidak terkait dengan aktivitas Iran.

Selain mengumumkan blokade, sang presiden juga memperkenalkan sebutan baru bagi peran Amerika Serikat di Timur Tengah. Ia mengklaim negaranya kini adalah "Guardian of the Hormuz Strait" atau Penjaga Selat Hormuz.

Menurut Trump, kehadiran militer negaranya diperlukan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional yang selama ini menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara dalam kawasan itu melewati perairan tersebut sehingga setiap perubahan kebijakan keamanan di kawasan langsung menjadi perhatian dunia.

Pengumuman Trump diperkirakan akan kembali memperuncing hubungan Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya, kedua negara telah saling melancarkan serangan terhadap berbagai target di kawasan, termasuk konflik yang berkaitan dengan pengamanan jalur pelayaran internasional.

Baca Juga: Sudah Terendus, Ahmad Khozinudin Klaim Ada Pengkhianat Mencoba Selamatkan Jokowi di Kasus Ijazah

Dengan diberlakukannya kembali blokade terhadap kapal-kapal salah satu negara, situasi keamanan di jalur tersebut diperkirakan akan semakin menjadi sorotan komunitas internasional karena kawasan tersebut memiliki peran vital terhadap stabilitas perdagangan global dan pasokan energi dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar