Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diungkap Senator Amerika, Donald Trump Sudah Kehabisan Akal untuk Mengakhiri Perang Iran

Diungkap Senator Amerika, Donald Trump Sudah Kehabisan Akal untuk Mengakhiri Perang Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perang Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memenas dinilai jadi tanda frustasinya Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia disebut sudah kehilangan strategi untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Washington dan Teheran.

Senator Amerika Serikat Chris Murphy menilai presiden itu kini tidak lagi memiliki jalan menuju kesepakatan damai dengan Teheran. Menurutnya, berbagai keputusan yang diambil pemerintah justru memperburuk posisi dari Amerika di Timur Tengah.

Baca Juga: Belum Ditahan hingga Bisa Umrah, Kejagung Jawab Isu Soal Tersangka Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

"Trump tidak punya jalan keluar. Iran kini semakin percaya diri. Kelompok garis keras menguasai pemerintahan mereka, dan kemungkinan besar mereka tidak akan menyetujui kesepakatan nuklir yang berarti maupun melepaskan kendali atas Selat Hormuz. Ini benar-benar bencana," ungkap Murphy melalui akun X, Selasa (14/7).

Murphy menilai eskalasi konflik yang kembali pecah menjadi bukti bahwa strategi pemerintah gagal menghasilkan solusi diplomatik untuk mengakhiri perang dari Iran dan Amerika Serikat.

"Seperti yang sudah diperkirakan, perang skala penuh kembali pecah dengan Iran. Selat Hormuz ditutup. Harga bahan bakar kembali melonjak. Intinya, Trump tidak punya langkah lagi. Ketidakmampuannya yang terus memburuk telah membuat Amerika terjebak. Dan situasinya hanya akan semakin buruk," katanya.

Iran juga menurutnya kini tidak memiliki alasan untuk menghentikan program nuklirnya karena merasa telah mampu bertahan dari serangan militer dari Amerika.

"Kenyataan dasarnya adalah presiden tidak punya jalan menuju kesepakatan dengan Iran. Iran tidak akan menyerahkan program nuklirnya sekarang setelah mereka berhasil bertahan dari serangan militer terbaik dari Amerika. Dan Iran juga tidak akan menyerahkan kendali atas Selat Hormuz," ujar Murphy.

Menurut Murphy, keputusan-keputusan sang presiden selama konflik justru memperkuat posisi kelompok garis keras di Iran. Hal itu membuat peluang tercapainya kesepakatan damai semakin kecil.

Ia bahkan menyebut satu-satunya pilihan yang tersisa bagi pemerintah saat ini hanyalah melanjutkan serangan militer sambil berharap adanya keajaiban untuk mengubah sikap dari Iran.

"Pilihan Trump sekarang hanya mulai mengebom lagi dan berharap musuh berubah pikiran. Itu tindakan yang benar-benar tidak masuk akal, dan sejak awal memang seperti itulah strateginya," katanya.

Baca Juga: Dibongkar Ahmad Khozinudin, Ada Pihak Mendadak Ciut Nyali dan Takut Dipenjara di Kasus Ijazah Jokowi

Murphy menilai kondisi tersebut menunjukkan pemerintah semakin sulit keluar dari konflik yang terus membesar. Sementara Iran justru memperoleh posisi tawar yang lebih kuat dibanding sebelumnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar