Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Platform Uji Keamanan Siber Berbasis AI Buatan Indonesia

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Platform Uji Keamanan Siber Berbasis AI Buatan Indonesia Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) meluncurkan Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan di Indonesia untuk mempercepat pengujian keamanan siber. Perusahaan mengklaim teknologi tersebut mampu menyelesaikan proses pemindaian keamanan dalam hitungan jam, bahkan mulai dari 14 menit pada pengujian di lingkungan laboratorium.

President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan meningkatnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) telah mempercepat transformasi digital, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan dengan lebih cepat dan otomatis.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat organisasi membutuhkan pendekatan baru agar proses pengujian keamanan mampu mengikuti laju perkembangan teknologi dan ancaman siber.

"Melalui Bronyx AI, kami ingin membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan dan validasi tenaga ahli keamanan siber," ujar Patrick dalam Peluncuran Bronyx AI digelar di Jakarta, Rabu (15/7/2026),

Bronyx AI dikembangkan berdasarkan pengalaman ITSEC Asia selama lebih dari 16 tahun di bidang keamanan siber. Platform ini memanfaatkan agen AI untuk menjalankan berbagai tahapan penetration testing, mulai dari network reconnaissance, vulnerability assessment, configuration review, pengujian aplikasi web dan API, hingga penyusunan Security Assessment Report yang dilengkapi penilaian CVSS serta rekomendasi perbaikan.

Berbeda dengan vulnerability scanner yang hanya mengidentifikasi celah keamanan, agen AI pada Bronyx AI dirancang untuk menganalisis hasil pengujian secara aktif dan menentukan langkah pengujian berikutnya.

Dalam pengujian internal di laboratorium ITSEC Asia, Bronyx AI mampu menyelesaikan full scan dalam waktu mulai dari 14 menit hingga empat jam, bergantung pada kompleksitas sistem yang diuji.

Meski mengandalkan AI, perusahaan menegaskan proses pengujian tetap melibatkan tenaga ahli melalui pendekatan Human in the Loop (HITL). Seluruh temuan dengan tingkat risiko tinggi maupun kritis akan divalidasi oleh konsultan keamanan siber sebelum laporan diserahkan kepada pelanggan.

"Kecepatan yang ditawarkan AI harus berjalan bersama dengan kualitas temuan, analisis, dan akuntabilitas profesional keamanan siber," kata Patrick.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menyambut baik pengembangan teknologi tersebut. Menurutnya, kemajuan AI perlu diimbangi dengan penguatan aspek keamanan siber dan kemampuan industri nasional dalam menghadirkan solusi teknologi.

"Perkembangan kecerdasan artifisial membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, sekaligus membawa tantangan baru yang perlu diantisipasi, termasuk dalam aspek keamanan siber. Kami mengapresiasi upaya pelaku industri nasional seperti ITSEC Asia dalam mengembangkan teknologi berbasis AI dari Indonesia," ujar Edwin.

Baca Juga: Ancaman Siber Menggila, ITSEC Asia Dorong Pemimpin Industri Turun Tangan Hadapi Krisis

ITSEC Asia juga memastikan Bronyx AI hanya melakukan pengujian terhadap aset yang telah memperoleh otorisasi tertulis dari pelanggan. Data hasil pengujian disimpan secara terisolasi, sementara keys dan credentials dienkripsi serta tidak digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan pelanggan.

Platform tersebut tersedia dalam layanan berbasis cloud maupun dapat diimplementasikan di lingkungan infrastruktur pelanggan yang membutuhkan tingkat keamanan dan pengelolaan data lebih tinggi.

Patrick mengatakan peluncuran Bronyx AI menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas bisnis dari penyedia layanan keamanan siber menjadi pengembang teknologi AI yang dapat menjawab kebutuhan industri.

"Peluncuran Bronyx AI mencerminkan arah pengembangan ITSEC Asia ke depan. Kami ingin membangun kekuatan dari pengalaman dan keahlian kami di bidang keamanan siber untuk mengembangkan teknologi berbasis AI yang dapat menjawab kebutuhan keamanan organisasi secara nyata," tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman