Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ITSEC Asia (CYBR) Bukukan Laba Rp65,4 Miliar pada 2025

ITSEC Asia (CYBR) Bukukan Laba Rp65,4 Miliar pada 2025 Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencatatkan performa keuangan sepanjang tahun 2025 di tengah meningkatnya kebutuhan layanan keamanan siber dan transformasi digital di Indonesia.

Direktur Finance ITSEC Asia, Doni Mora, memaparkan pendapatan perusahaan mencapai Rp577 miliar sepanjang 2025 atau tumbuh 62,1 persen Year on Year (YoY) dibanding tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp65,4 miliar dengan margin laba mencapai 12,4 persen, menjadi capaian tertinggi sejak perusahaan berdiri.

"Dalam periode lima tahun kahir, saya bisa ketahui di sini pendapatan perseroan tumbuh lebih dari tujuh kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2020," ujar Doni dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik Tahunan di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut Doni, pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap layanan keamanan siber, digital security, hingga layanan berbasis ISO seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri.

“Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan, peningkatan kualitas revenue mix, dan terbentuknya operating leverage yang lebih sehat di level grup,” katanya.

Sepanjang lima tahun terakhir, ITSEC Asia mencatat compound annual growth rate (CAGR) sebesar 48,2 persen.

Doni juga menyebut kondisi keuangan perusahaan semakin solid dengan rasio likuiditas yang meningkat dan profitabilitas yang terus membaik. Debt to Equity Ratio (DER) mencatat penurunan signifikan dari 1,75 kali menjadi 0,63 kali, didukung penguatan ekuitas dan realisasi pelaksanaan warrant sepanjang 2025.

“Dengan gearing ratio yang rendah, perseroan memiliki fleksibilitas keuangan yang lebih baik untuk mendukung ekspansi bisnis di masa depan,” ujarnya.

Disamping itu, Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan belum ada rencana terkait pembagian dividen meski perseroan berhasil mencatat lonjakan laba bersih. Ia mengatakan perseroan memilih untuk menahan pembagian dividen guna menjaga momentum ekspansi bisnis keamanan siber dan pengembangan layanan berbasis artificial intelligence (AI).

“Kami harus terus siap untuk kebijakan-kebijakan baru. Jadi memiliki seseorang dengan kekuatan di proses kepatuhan adalah perpanjangan yang tepat untuk direksi kami,” ujarnya.

Selain itu, ITSEC Asia juga menegaskan komitmennya mengembangkan solusi berbasis riset dan pengembangan (R&D) sendiri. Kini ITSEC fokus mengembangkan tiga lini utama, yakni Cyber AI Academy, AI Operations, dan Operational Technology (OT) Security sebagai bagian dari startegi jangka panjang.

Perseroan juga optimistis terhadap prospek bisnis 2026 meski di tengah tantangan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Perseroan menilai industri keamanan siber tetap memiliki permintaan tinggi karena kebutuhan perlindungan data dan sistem digital terus meningkat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri