Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Namun, investor tetap diminta mewaspadai potensi aksi ambil untung apabila indeks belum mampu menembus area resistance di kisaran 6.200-6.300.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG pada perdagangan Jumat (17/7/2026) berhasil ditutup menguat 1,1 persen, didukung oleh arus dana asing yang kembali masuk ke pasar saham domestik.
"Pada perdagangan terakhir pekan lalu, investor asing membukukan net buy sekitar Rp725 miliar," ujar Fanny dalam riset hariannya.
Menurutnya, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar masih menjadi incaran utama investor asing. Aksi beli bersih terbesar tercatat pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Meski sentimen asing masih cukup positif, Fanny menilai pergerakan IHSG masih dibayangi potensi koreksi jangka pendek apabila belum mampu menembus level resistance yang berada di rentang 6.200 hingga 6.300.
"Dari sisi teknikal, IHSG masih rentan mengalami koreksi selama belum berhasil menembus area resistance tersebut," jelasnya.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 6.050-6.100, sedangkan resistance berada pada area 6.200-6.300.
Di tengah proyeksi tersebut, BNI Sekuritas merekomendasikan enam saham yang dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar, yaitu PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Untuk saham ENRG, investor disarankan melakukan strategi buy on weakness di kisaran Rp1.285–Rp1.355 dengan target jangka pendek Rp1.390-Rp1.430 dan batas kerugian (cut loss) di bawah Rp1.270.
Sementara itu, saham ISAT juga direkomendasikan buy on weakness pada area Rp1.835-Rp1.885, dengan target Rp1.930-Rp1.980 dan cut loss di bawah Rp1.820.
BNI Sekuritas juga memberikan rekomendasi buy on weakness untuk BNBR di kisaran Rp81-Rp85, dengan target harga Rp88-Rp91 serta cut loss di bawah Rp77.
Adapun saham CDIA dan BRMS direkomendasikan sebagai speculative buy. CDIA memiliki area beli di Rp610-Rp620 dengan target Rp640-Rp650, sedangkan BRMS berada pada area beli Rp530-Rp545 dengan target Rp555-Rp570.
Terakhir, saham VKTR dinilai menarik untuk strategi buy on weakness pada kisaran Rp670-Rp705, dengan target harga Rp715-Rp730 dan cut loss di bawah Rp655.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: