Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Imbas Konflik AS-Iran Kembali Pecah , Harga Minyak Brent Kini Tembus 90 Dollar AS per Barrel

Imbas Konflik AS-Iran Kembali Pecah , Harga Minyak Brent Kini Tembus 90 Dollar AS per Barrel Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan awal Asia, Senin (20/7/2026). Kenaikan dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Mengutip The Business Times, harga minyak mentah Brent naik 2,75 dollar AS atau 3,12 persen menjadi 90,85 dollar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 2,56 dollar AS atau 3,10 persen ke level 85,05 dollar AS per barel.

Lonjakan harga terjadi setelah Teheran menyatakan gencatan senjata dengan Amerika Serikat secara efektif telah berakhir. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia. Gangguan di kawasan itu dinilai dapat memengaruhi pasokan minyak global dalam waktu singkat.

Dalam sepekan terakhir, serangan balasan antara AS dan Iran tidak lagi hanya menyasar fasilitas militer. Sejumlah jembatan, pelabuhan, hingga infrastruktur utilitas juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Situasi tersebut dinilai memperkecil peluang kedua negara kembali menerapkan gencatan senjata yang sebelumnya sempat disepakati. Ketidakpastian itu turut mendorong kenaikan harga minyak di pasar internasional.

Perusahaan Kuwait Petroleum juga melaporkan sebuah fasilitas minyak di Kuwait terkena serangan Iran pada Sabtu (18/7/2026). Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan material dalam jumlah besar.

Selain Kuwait, Bahrain juga dilaporkan menjadi sasaran serangan. Sementara itu, Israel mengklaim berhasil mencegat sebuah pesawat nirawak Iran di dekat perbatasan Israel-Suriah pada Minggu (19/7/2026).

Media Iran melaporkan pasukan AS turut melancarkan serangan ke Pulau Qeshm di Teluk Persia. Beberapa kota di wilayah selatan Iran, seperti Shadegan, Sirik, dan Hajiabad, juga disebut menjadi target serangan.

Angkatan Laut Iran menyatakan telah menghentikan empat kapal tak dikenal yang berusaha melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang disebut tidak aman setelah mengabaikan peringatan.

"Dua kapal mengalami insiden dan berhasil dihentikan, sementara dua kapal lainnya membatalkan pelayaran dan berbalik arah," demikian pernyataan Angkatan Laut Iran.

Di sisi lain, AS dilaporkan kembali menerapkan blokade di Selat Hormuz. Serangan terhadap kapal-kapal di sekitar jalur tersebut juga mengganggu sistem pengangkutan bergantian (shuttle run) yang digunakan negara-negara Teluk Persia untuk menyalurkan ekspor minyak.

Baca Juga: Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Imbas Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Minyak Dunia

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, turut melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat di tengah meningkatnya eskalasi konflik.

"Kami akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan," kata Khamenei.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy