Kasus Ijazah Bikin Susah, Bocoran Diskusi Jokowi & Teman Almamater UGM: Beliau Pamit, Mohon Maaf...
Kredit Foto: Istimewa
Polemik dugaan ijazah palsu yang berujung ke jalur hukum tidak hanya berdampak pada Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Ia rupanya juga menyeret teman-teman satu angkatannya di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kuasa Hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara mengatakan bahwa kliennya baru-baru ini menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekannya karena harus ikut terlibat dalam proses persidangan dari Kasus Ijazah Jokowi.
Baca Juga: Perlakuan Istimewa untuk Febrie Adriansyah: Belum Ditahan, Tak Diperlihatkan, Kalau Diperiksa...
Ia menyebut bahwa politikus itu baru-baru ini bertemua dengan sejumlah teman kuliahnya di UGM. Pertemuan itu sendiri lebih banyak diisi dengan silaturahmi sekaligus penyampaian permohonan maaf.
Rivai menjelaskan, mayoritas teman seangkatan mantan presiden itu kini telah memasuki masa pensiun dan tinggal di Yogyakarta dan Surakarta. Jika nantinya dipanggil sebagai saksi, mereka harus melakukan perjalanan ke Jakarta.
"Mohon maaf ya, tinggal di Jogja dan Solo. Mereka harus berangkat ke Jakarta. Itu tentunya kan juga butuh effort, transportasi, penginapan dan segala macam dan akhirnya merepotkan teman-temannya," ujar Rivai, dikutip Rabu (22/7/2026).
Karena itu, Jokowi merasa perlu meminta pengertian kepada teman-temannya yang berpotensi harus meluangkan waktu dan tenaga demi memberikan kesaksian di pengadilan.
"Jadi beliau ini selain reuni kecil-kecilan, sambil pamit, mohon maaf, kalau teman-temannya terpaksa harus datang ke pengadilan. Disusahkan gara-gara LP-nya. Jadi lebih kepada silaturahim seperti itu saja," kata Rivai.
Ia menegaskan, pertemuan tersebut bukan untuk memengaruhi isi kesaksian para saksi, melainkan semata-mata sebagai bentuk penghormatan dan permohonan maaf kepada rekan-rekan yang akan ikut terlibat dalam proses hukum.
"Pak Jokowi hanya mengumpulkan lebih kurang itu aja. Jadi semacam permohonan maaf dan permohonan pengertianlah kepada teman-temannya kalau dengan terpaksa harus hadir ke persidangan," jelasnya.
Sebelumnya, Jokowi mengakui telah mengumpulkan teman-temannya untuk mempersiapkan persidangan perkara dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu. Setelah pertemuan, mereka juga makan siang bersama di sebuah rumah makan.
Jokowi belum mengungkap identitas sembilan orang yang disiapkan sebagai saksi. Namun, ia memastikan akan bersikap kooperatif sepanjang proses hukum berlangsung.
Baca Juga: Israel: Presiden Amerika Tak Bisa Diprediksi, Bahkan Soal Perang Iran
Ia juga menegaskan kesiapannya memenuhi panggilan pengadilan apabila diminta hadir oleh majelis hakim. Sebagai bagian dari pembuktian, Jokowi akan membawa seluruh ijazah asli miliknya, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga ijazah Strata 1 Universitas Gadjah Mada.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar