Minggu Lalu Tak Hadir Rapat DPR, Hari Ini Nanik S Deyang Mundur dan Sebut Pengganti
Kredit Foto: BPMI
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (22/7/2026), beberapa hari setelah absen dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI karena alasan kesehatan.
Sebelumnya, dalam RDP yang digelar di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026), Nanik tidak hadir dan diwakili oleh Wakil Kepala BGN beserta jajaran.
Pimpinan rapat saat itu menjelaskan bahwa BGN telah mengirimkan surat pemberitahuan mengenai ketidakhadiran Nanik.
"Ada surat dari BGN terkait dengan penunjukan Wakil Kepala BGN untuk bisa mewakili Kepala Badan Gizi Nasional. Jadi disampaikan bahwa Kepala Badan berhalangan hadir karena kondisi tidak sehat," demikian disampaikan dalam rapat.
Meski tanpa kehadiran kepala lembaga, rapat tetap berlangsung dengan membahas evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu sorotan Komisi IX DPR adalah perlunya penguatan regulasi pelaksanaan MBG. DPR meminta seluruh kebijakan, arahan, dan petunjuk teknis dituangkan dalam dokumen resmi agar memiliki kepastian hukum serta memudahkan pelaksanaan program di lapangan.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai praktik penyampaian kebijakan secara lisan berpotensi memunculkan perbedaan penafsiran.
"Setiap arahan, setiap instruksi, itu betul-betul harus terdokumen, menjadi dokumen yang resmi. Entah itu pedoman, kemudian keputusan, petunjuk teknis, dan seterusnya," ujar Netty.
Politikus Fraksi PKS itu juga meminta agar kebijakan tidak lagi disampaikan melalui instruksi verbal, melainkan dituangkan dalam dokumen resmi demi mendukung pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, hingga pertanggungjawaban anggaran MBG secara transparan dan akuntabel.
Lima hari setelah absen dari rapat DPR, Nanik mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN melalui unggahan di akun Facebook pribadinya.
Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil agar dapat fokus menjalani pemeriksaan dan pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri terkait kondisi jantung saya. Rencananya hari ini saya berangkat," tulis Nanik.
Nanik menegaskan, keputusannya berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya terhadap kemampuan tenaga medis di Indonesia. Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk memperoleh pendapat medis kedua (second opinion) sekaligus mengikuti rekomendasi dari rekan-rekannya.
"Saya bukan tidak percaya dengan dokter-dokter hebat di Indonesia, tetapi ingin mendapatkan second opinion, dan kebetulan ada teman yang merekomendasikan rumah sakit yang akan saya tuju," ujarnya.
Ia mengaku telah menyampaikan kondisi kesehatannya secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Demi memprioritaskan proses pemulihan, Nanik memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala BGN.
"Dengan segala kerendahan hati, saya memutuskan mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Presiden memahami kondisi tersebut dan menyetujui keputusan saya," katanya.
Meski tidak lagi memimpin BGN, Nanik mengungkapkan Presiden tetap memintanya untuk ikut mengawal jalannya program lembaga tersebut.
Baca Juga: Diseret-seret Sony Sanjaya, Nanik S Deyang Akhirnya Masuk Radar Kejaksaan di Kasus Korupsi MBG
Menurutnya, pemerintah berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan dirinya diminta menjadi ketua dewan tersebut apabila kondisi kesehatannya telah memungkinkan.
"Kalau nanti Dewan Pengawas dibentuk, saya diminta menjadi ketuanya. Saya masih bisa ikut mengawasi, asalkan tidak lagi berurusan dengan pengelolaan keuangan. Jujur, saya sudah trauma," ungkapnya.
Nanik juga memberi isyarat bahwa penggantinya telah disiapkan.
"Insyallah pengganti saya adalah 'adik saya' di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: