Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Genjot Internet Berkualitas di Wilayah 3T, Dipimpin Fadhilah Mathar

Pemerintah Genjot Internet Berkualitas di Wilayah 3T, Dipimpin Fadhilah Mathar Kredit Foto: YouTube/Kemenkominfo TV
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengubah strategi pembangunan infrastruktur digital nasional. Pemerintah kini tidak lagi hanya mengejar ketersediaan akses internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tetapi juga memastikan kualitas konektivitas untuk mendukung transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi.

Direktur Utama BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar mengatakan perubahan arah pembangunan tersebut sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan kualitas layanan sebagai prioritas.

"Waktu Nawa Cita dulu, Bapak Presiden Jokowi menyampaikan bahwa yang penting akses masuk terlebih dahulu. Namun saat ini, melalui Asta Cita, Bapak Presiden Prabowo menyampaikan visi yang lebih progresif, bukan hanya sekadar ada akses, tapi tidak boleh ada sinyal yang lemah," ujar Fadhilah.

Menurut dia, sejak 2024 BAKTI tidak lagi hanya membangun titik akses internet baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas jaringan yang telah tersedia. Kecepatan layanan yang sebelumnya sekitar 2 Mbps per titik akses kini ditingkatkan menjadi minimal 6–8 Mbps.

31.863 Titik Internet Gratis dan 6.747 BTS 4G

Hingga saat ini, BAKTI telah mengoperasikan 31.863 titik akses internet gratis (Wi-Fi) di berbagai fasilitas publik, seperti sekolah, fasilitas kesehatan, kantor desa, dan lokasi layanan masyarakat lainnya.

Selain itu, BAKTI telah membangun 6.747 menara BTS 4G untuk melayani wilayah yang belum memiliki kelayakan bisnis bagi operator telekomunikasi sehingga membutuhkan intervensi pemerintah.

Fadhilah menjelaskan peningkatan kualitas internet di wilayah 3T sebelumnya menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas satelit, terutama di Papua. Kendala tersebut mulai teratasi setelah pemerintah mengoperasikan Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) pada awal 2024.

Ke depan, BAKTI menargetkan konektivitas tidak hanya menjangkau seluruh kawasan permukiman, tetapi juga memperluas cakupan geografis sehingga masyarakat tetap memperoleh akses internet saat melintasi jalan, kawasan pegunungan, hutan, hingga wilayah perairan.

Baca Juga: Wamenkomdigi Nezar: Pemerintah Finalisasi Otoritas Pelindungan Data Pribadi, Ditargetkan Rampung Dua Bulan Lagi

Baca Juga: Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi, Internet 4G Masuk 538 Desa

"Geografis artinya di mana pun kita lewat—di jalan, di gunung, di hutan, bahkan di laut—sinyal itu tidak akan terputus," kata Fadhilah.

Menurutnya, peningkatan kualitas jaringan menjadi fondasi penting untuk mempercepat inklusi digital, meningkatkan kualitas layanan publik, memperluas akses pendidikan dan kesehatan digital, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas.

Pimpin BAKTI Pascakasus BTS 4G

Di balik transformasi tersebut, Fadhilah Mathar merupakan birokrat yang dipercaya memimpin BAKTI sejak 14 Agustus 2023 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 362 Tahun 2023.

Ia menggantikan Anang Achmad Latif melalui proses seleksi terbuka setelah lembaga tersebut menghadapi krisis kepercayaan akibat kasus dugaan korupsi proyek BTS 4G.

Selama masa kepemimpinannya hingga 2028, Fadhilah mengemban mandat untuk melanjutkan sejumlah proyek strategis nasional, mulai dari penyelesaian pembangunan BTS 4G, optimalisasi pemanfaatan SATRIA-1, pengembangan High Throughput Satellite (HTS), penguatan jaringan Palapa Ring, hingga pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

Sebelum menjadi Direktur Utama BAKTI, Fadhilah telah berkarier selama bertahun-tahun di Kementerian Komunikasi dan Informatika yang kini menjadi Komdigi.

Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Pustiknas pada Balitbang SDM, Kepala Bagian Program dan Pelaporan, Direktur Umum BP3TI Kominfo, hingga Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI.

Di tingkat internasional, Fadhilah beberapa kali memimpin delegasi Indonesia dalam forum International Telecommunication Union (ITU). Di bawah kepemimpinannya, BAKTI meraih penghargaan Recognition of Excellence for Providing Innovative ICT Solutions With Social Impact atas inovasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang berdampak sosial.

Selain menjalankan tugas sebagai birokrat, Fadhilah juga aktif sebagai dosen aparatur sipil negara (ASN) pada Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Fadhilah memiliki latar belakang akademik di bidang pendidikan dan manajemen. Ia merupakan lulusan S1 Pendidikan Bahasa Prancis IKIP Jakarta, kemudian melanjutkan studi magister Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup di Universitas Negeri Jakarta.

Ia selanjutnya meraih gelar doktor Ilmu Manajemen dengan konsentrasi Strategic Management di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Selain pendidikan formal, Fadhilah juga pernah terlibat dalam penyusunan blueprint modernisasi proses bisnis badan layanan umum (BLU) pada periode 2017–2019 serta pengembangan model bisnis pengadaan infrastruktur digital pada 2018–2021 untuk mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri