Sudaryono Janji Tak Ada Lagi 'Rapat di Bawah Meja' di BGN: Indonesia Cerah, Tak Perlu Gelap-gelapan
Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membawa pesan tegas di awal masa kepemimpinannya. Setelah mengakui adanya persoalan tata kelola di tubuh lembaganya, ia kini berjanji menghapus praktik rapat tertutup atau keputusan yang diambil secara sembunyi-sembunyi dalam pengelolaan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono menegaskan seluruh proses pengambilan keputusan harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Menurutnya, budaya kerja yang mengandalkan pertemuan rahasia hanya akan memunculkan kecurigaan publik dan menggerus kepercayaan terhadap program strategis pemerintah tersebut.
Baca Juga: Mahfud MD: 'Anak Kesayangan Presiden' Diduga Korupsi, Malah Memalukan Prabowo
"Tadi saya bilang juga, kalau orang itu misalnya bisik-bisik, rapat-rapat rahasia, empat mata, ya sudah lah, kita terang-terangan saja. Indonesia cerah, tidak perlu gelap-gelap. Kalau yang gelap-gelap itu biasanya mencurigakan, saya kira itu," kata Sudaryono, dikutip Kamis (23/7/2026).
Menurut Sudaryono, pembenahan tata kelola tidak cukup hanya melalui perbaikan sistem administrasi, tetapi juga harus dimulai dari perubahan budaya kerja seluruh jajaran BGN.
Ia juga mengaku memiliki prinsip sederhana yang akan menjadi pedoman dalam memimpin lembaga tersebut. Menurutnya, seluruh pegawai, mitra kerja hingga mitra dapur hanya perlu menjalankan tugas dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.
"Saya punya prinsip tadi, love your people (cintai masyarakat) and use your common sense (gunakan akal sehat). Jadi, kita didasari hati yang baik, mencintai rakyat, mencintai sesama, keluarga, saudara dan gunakan akal sehat," ujar Sudaryono.
Selain menata tata kelola internal, ia juga menyoroti derasnya arus informasi mengenai Program Makan Bergizi Gratis. Ia mengakui program unggulan pemerintah tersebut kerap menjadi bahan perbincangan hingga memunculkan berbagai informasi yang belum tentu benar.
Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut berperan aktif menyebarkan informasi yang akurat sekaligus membantu menangkal penyebaran hoaks maupun fitnah yang dapat mengganggu pelaksanaan program.
Menurutnya, kritik maupun laporan mengenai dugaan pelanggaran tetap diperlukan selama didasarkan pada fakta. Namun, ia mengingatkan agar informasi yang beredar tidak dibangun di atas narasi yang menyesatkan.
"Orang itu kemudian mudah sekali membuat sensasi dengan tema makan bergizi, jadi viral, mungkin jadi bangga. Namun, maksud saya se-viral apapun enggak ada masalah, tetapi saya ingin itu kemudian diberitakan atau diunggah kebenaran. Kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu memang ada kebenaran. Jangan sampai kita kemudian ada hoaks, ada fitnah," tutur Sudaryono.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan kepercayaan publik setelah muncul berbagai persoalan tata kelola dalam pelaksanaan dari Program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: UGM Ingatkan Prabowo: Kalangan Profesor Tak Akan Gentar Bayar Rp5 Juta Demi Tinggalkan Indonesia
Dengan mengusung transparansi, keterbukaan, serta pelibatan masyarakat dalam pengawasan, pemerintah berharap dapat menjalankan program prioritas nasional tersebut secara lebih akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: