Ekonom Sentil Gebrakan Baru Prabowo Dirikan URI: Universitas Ruwet Indonesia?
Kredit Foto: BPMI
Gebrakan Presiden Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) menuai sorotan dari kalangan akademisi. Salah satu kritik datang dari Ekonom Universitas Indonesia (UI), Berly Martawardaya.
Melalui unggahan di media sosial, ia bahkan menyindir URI sebagai "Universitas Ruwet Indonesia", lantaran mempertanyakan fungsi dan segmentasi lembaga pendidikan baru tersebut.
“Kok jadinya URI = Universitas Ruwet Indonesia,” tulis Berly dalam akun Threads pribadinya.
Menurut Berly, pemerintah sebenarnya telah memiliki berbagai institusi pendidikan dengan peran yang jelas. Ia mencontohkan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang menyelenggarakan pendidikan formal sekaligus mencetak aparatur pemerintah di tingkat awal.
Selain itu, ada pula Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang selama ini berfokus pada pendidikan dan pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat di jenjang menengah hingga atas.
Baca Juga: Tak Temui Prabowo, Istana Bilang Gini soal Isu Perry Warjiyo Mundur Karena Ada Tekanan
“Ada IPDN yang pendidikan formal plus gelar yang lulusannya jadi aparat pemerintah entry level. Ada Lemhannas dan LAN buat diklat mid dan upper level ASN plus masyarakat non-gelar,” ujar Berly.
Tak hanya itu, ia menilai sejumlah BUMN juga telah memiliki perguruan tinggi formal yang memberikan gelar akademik kepada para lulusannya.
“Beberapa BUMN sudah punya kampus: Telkom University, Universitas Pertamina, dan Institut Teknologi PLN yang kampus formal dan kasih gelar buat lulusannya. Sudah ada Unhan juga. BUMN juga sudah punya training centre dan corporate university non-gelar,” ungkapnya.
Dengan banyaknya institusi pendidikan formal maupun nonformal yang telah ada, Berly mempertanyakan sasaran utama pendirian URI.
"Jadi URI itu buat siapa? Ruwet dan mumet“ sentil dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membentuk lembaga baru bernama Universitas Republik Indonesia (URI) dan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK). Lembaga tersebut dirancang untuk mengintegrasikan sekolah unggulan, perguruan tinggi, hingga pembinaan calon pemimpin bagi pemerintahan dan BUMN.
URI dan BPPK resmi dipimpin oleh gubernur serta wakil gubernur yang dilantik langsung Presiden Prabowo di Istana Negara pada Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Gebrakan Baru Prabowo Bentuk Lembaga Universitas Republik Indonesia, Buat Apa?
Gubernur URI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, menjelaskan pemerintah berencana membangun 10 kampus URI di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan berbagai sistem pendidikan yang telah ada.
"Nah, beliau ingin mengkonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini. Jadi, kita sudah dengar bahwa saat ini ada namanya sekolah unggulan Garuda, baik yang baru ataupun yang transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 universitas Republik Indonesia," kata Donny.
Donny menambahkan, seluruh mahasiswa URI nantinya akan menempuh pendidikan melalui skema beasiswa. Selain itu, URI juga akan menggandeng dosen dari dalam dan luar negeri serta menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: