Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertamina Genjot Kapabilitas SDM Demi Transformasi Bisnis Berkelanjutan

Pertamina Genjot Kapabilitas SDM Demi Transformasi Bisnis Berkelanjutan Kredit Foto: Pertamina
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan menjadikan pengembangan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu pilar transformasi bisnis berkelanjutan. Langkah tersebut dijalankan melalui Pertamina Sustainability Academy (PSA), program yang dirancang untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam budaya kerja dan pengambilan keputusan di seluruh organisasi.

Upaya tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan Anugerah Utama Sektor Energi pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.

Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero) Wenny Ipmawan mengatakan transformasi menuju bisnis berkelanjutan tidak hanya bergantung pada pengembangan teknologi, tetapi juga kesiapan SDM dalam menghadapi perubahan industri energi.

“Transformasi energi pada akhirnya adalah transformasi manusia. Karena itu, Pertamina Sustainability Academy kami rancang untuk membekali Perwira dengan kapabilitas yang relevan, mulai dari pemahaman dasar hingga pengambilan keputusan strategis, sehingga mereka siap menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy Pertamina,” ujar Wenny.

Menurutnya, penguatan kapabilitas menjadi bagian penting dalam mewujudkan just transition, yakni proses transisi energi yang ditopang oleh kesiapan organisasi dan sumber daya manusia, selain adopsi teknologi.

Wenny menambahkan, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Pertamina untuk terus meningkatkan implementasi ESG sebagai bagian dari strategi perusahaan.

“Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ESG. Penguatan kapabilitas dan budaya menjadi modal penting bagi Pertamina dalam menjalankan transformasi bisnis sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat,” katanya.

Program Pertamina Sustainability Academy dirancang bagi seluruh jenjang organisasi, mulai dari pekerja operasional hingga Direksi dan Dewan Komisaris. Jalur pembelajaran yang disiapkan meliputi Mandatory Sustainability TrainingSustainability Awareness ProgramSustainability Accelerator ProgramSustainability Masterclass, hingga Sustainability Transcendence Forum.

Selain pengembangan kompetensi, Pertamina juga memperkuat internalisasi budaya keberlanjutan melalui berbagai inisiatif, antara lain Jejak Keberlanjutan, podcast keberlanjutan, Sustainability Insight, serta berbagai materi komunikasi internal yang bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai implementasi ESG.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan penerapan ESG harus menjadi bagian dari kompetensi sekaligus budaya kerja perusahaan agar implementasinya berjalan konsisten di seluruh lini organisasi.

“ESG bukan lagi sekadar komitmen perusahaan, tetapi harus menjadi kompetensi dan budaya yang hidup dalam keseharian setiap Perwira Pertamina. Ketika seluruh insan perusahaan memiliki pemahaman, nilai, dan semangat yang sama, implementasi ESG akan hadir secara nyata dalam setiap keputusan dan langkah bisnis yang kami jalankan,” ujar Baron.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menilai penerapan ESG kini berkembang menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan.

Baca Juga: Inovasi Bioenergy Lestari Antar Pertamina Raih Penghargaan Global dari UNGC

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Jaga Produksi dan Perkuat Cadangan Migas pada Semester I 2026

Baca Juga: Pertamina Perkuat Ekosistem UMKM Berbasis Budaya Lewat Kawan Nusantara 2026

Menurutnya, implementasi ESG tidak lagi dipandang sebagai pemenuhan kewajiban regulasi semata, melainkan investasi strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang.

“ESG harus dipandang sebagai investasi strategis yang mengubah kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan yang tangguh, berkelanjutan, dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Jumhur.

Melalui penguatan kompetensi dan budaya keberlanjutan, Pertamina menargetkan organisasi yang lebih adaptif dalam menghadapi transisi energi, sekaligus mendukung transformasi bisnis berkelanjutan dan target pengurangan emisi jangka panjang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: