Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AAJI Ungkap Jumlah Tertanggung Asuransi Jiwa Tembus 118,28 Juta Orang

AAJI Ungkap Jumlah Tertanggung Asuransi Jiwa Tembus 118,28 Juta Orang Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan industri asuransi jiwa tetap menunjukkan ketahanan pada kuartal I-2026 di tengah dinamika ekonomi yang masih menekan pendapatan industri. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 5% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp27,95 triliun, yang mengindikasikan permintaan masyarakat terhadap produk perlindungan masih terjaga.

Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Novita Rumngangun mengatakan sejumlah indikator utama industri masih mencatatkan pertumbuhan berkat penguatan tata kelola, penerapan manajemen risiko yang prudent, serta komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.

"Sepanjang kuartal I 2026, industri asuransi jiwa menunjukkan ketahanan yang baik di tengah berbagai dinamika ekonomi yang berlangsung sampai saat ini," ujar Novita dalam sambutannya pada acara Investortrust Best Insurance di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Berdasarkan data AAJI yang menghimpun 56 perusahaan asuransi jiwa anggota, total pendapatan industri pada kuartal I-2026 mencapai Rp47,63 triliun. Meski pendapatan masih menghadapi tekanan, pertumbuhan premi bisnis baru dinilai menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi tetap tinggi.

Selain itu, total investasi industri juga meningkat 5,7% menjadi Rp571,70 triliun. Pada saat yang sama, jumlah masyarakat yang memperoleh perlindungan melalui produk asuransi jiwa bertambah 20,9% menjadi 118,28 juta orang.

Novita menilai capaian tersebut mencerminkan kemampuan industri menjaga kinerja sekaligus memperluas jangkauan perlindungan kepada masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Di sisi lain, industri juga tetap menjalankan fungsi utamanya dengan membayarkan klaim dan manfaat kepada pemegang polis sebesar Rp28,73 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa di tengah berbagai tantangan, industri asuransi jiwa tetap mampu menjaga fungsi utamanya yaitu memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Baca Juga: Gandeng Mitra China, AAUI Siapkan Pilot Project AI untuk Perusahaan Asuransi

Baca Juga: AAUI Buka Peluang Premi Asuransi Naik Jika Iuran Program Penjaminan Polis Membengkak

Menurut Novita, tantangan industri ke depan masih akan berkembang seiring perubahan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

Ia optimistis sinergi antara regulator, asosiasi, perusahaan asuransi, media, dan pelaku industri akan memperkuat daya saing industri asuransi jiwa sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

"Kami percaya dengan kolaborasi yang erat antara regulator, asosiasi, perusahaan asuransi, media, dan tentunya seluruh pemangku kepentingan, kita dapat terus memperkuat industri asuransi Indonesia agar semakin sehat, semakin tangguh, semakin inovatif, dan tentunya dipercaya oleh masyarakat Indonesia," ucapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri