Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Klaim Dapat Permintaan Mengejutkan dari Pemimpin Korea Selatan

Prabowo Klaim Dapat Permintaan Mengejutkan dari Pemimpin Korea Selatan Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya diminta untuk membantu membuka jalur komunikasi dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Hal itu diklaimnya sebagai permintaan langsung dari Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung

Prabowo mengatakan permintaan itu disampaikan saat dirinya melakukan kunjungan ke Seoul. Menurutnya, Presiden Lee berharap ia dapat memanfaatkan hubungan baik yang dimiliki dengan berbagai negara untuk membuka peluang dialog dengan Pyongyang.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tiba-tiba Jadi Lawan Prabowo Bukanlah Hal Mustahil: Dia Besar di Golkar, Bukan Gerindra

"Bahkan kunjungan saya terakhir di Korea, di Korea Selatan di Seoul. Presiden Korea Selatan, President Republic of Korea ya, minta kepada saya bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara," kata Prabowo, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Prabowo mengaku merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan Korea Selatan. Ia juga menyatakan kesiapannya apabila memang dibutuhkan untuk membantu mempertemukan kedua negara yang selama puluhan tahun masih berada dalam hubungan yang penuh ketegangan.

Menurut Prabowo, peluangnya memainkan peran sebagai jembatan komunikasi tidak terlepas dari konsistensi politik luar negeri yang selama ini dijalankan, yakni prinsip bebas dan aktif.

Ia menilai prinsip tersebut merupakan warisan penting para pendiri bangsa yang membuat pemerintahannya tetap diterima oleh berbagai negara dengan kepentingan politik yang berbeda.

"Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur dalam urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh," ujarnya.

Prabowo menjelaskan, berkat prinsip tersebut Indonesia mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai kekuatan dunia yang sering kali berada pada posisi berseberangan.

Contohnya, Indonesia tetap menjalin kerja sama erat dengan Amerika Serikat. Di sisi lain, hubungan diplomatik juga terjalin baik dengan China dan Rusia. Posisi yang dinilai seimbang itu membuat tanah air dipercaya sebagai mitra yang netral dalam berbagai persoalan internasional.

Adapun Prabowo juga menegaskan bahwa kondisi dunia saat ini semakin menunjukkan pentingnya pendekatan diplomasi dibandingkan konfrontasi. Ketidakpastian global yang dipicu berbagai konflik bersenjata membuat setiap negara perlu memperkuat upaya dialog untuk mencegah meluasnya ketegangan.

Baca Juga: Pengacara Lempar Pertanyaan Besar: Kalau Ijazah Jokowi Ternyata Dinyatakan Palsu, Indonesia Mau Apa?

Prabowo mengingatkan bahwa perang yang terjadi di berbagai kawasan dunia bukanlah persoalan yang jauh dari Indonesia. Menurutnya, dampak konflik internasional dapat menjalar ke berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, energi hingga stabilitas kawasan dari Asia Tenggara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar