Boikot hingga Ditinggal Orang Kepercayaan, Infantino Dimusuhi usai Wacana Jual Saham Piala Dunia
Kredit Foto: Istimewa
Rencana Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta berbuntut panjang. Alih-alih mendapat dukungan, kebijakan tersebut justru membuat Infantino semakin terisolasi setelah mendapat penolakan dari konfederasi sepak bola dunia hingga pejabat senior di lingkungan FIFA sendiri.
Tekanan terhadap Infantino semakin besar ketika muncul ancaman dari UEFA. Mereka secara terbuka menyatakan akan memboikot penyelenggaraan piala dunia putra maupun putri jika proposal tersebut tetap dijalankan.
Baca Juga: Di Balik Prabowo Tak Kunjung Ganti Kapolri dan Panglima TNI: Kalau Dia Langgar Perjanjian Itu...
Penolakan juga datang dari CONCACAF dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Keduanya menyatakan tidak mendukung rencana tersebut, meski belum sampai menyerukan aksi boikot.
Situasi semakin rumit menyusul pengumuman mengejutkan dari Penasihat Senior Infantino, Carlos Cordeiro. Ia diketahui memutuskan mengundurkan diri sebagai bentuk protes.
"Saya tidak bisa tinggal diam ketika mereka mempertimbangkan menjual sebagian kepemilikan piala dunia. Saya tegaskan, saya sama sekali tidak terlibat dalam proposal ini dan saya menolaknya tanpa syarat. Ini adalah kesepakatan yang buruk bagi anggota, buruk bagi sepak bola, dan buruk bagi masa depan olahraga ini," tegas Cordeiro.
Gelombang kritik tidak berhenti di situ. Chief Operating Officer (COO) Federasi Sepak Bola Dunia, Kevin Lamour juga secara terbuka menyampaikan penolakannya terhadap gagasan tersebut. Ia bahkan menyebut proyek itu bukan merupakan kebijakan bersama FIFA.
"Ini adalah proyek satu orang," katanya.
Ia juga meminta para pemimpin sepak bola dunia mulai mempertanyakan arah kepemimpinan organisasi tersebut.
"Bukan hanya proyek ini tidak boleh dilanjutkan, tetapi sekarang sudah saatnya para pemimpin politik sepak bola mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengambil keputusan yang tepat."
Lamour mengaku siap menerima konsekuensi atas pernyataannya, termasuk apabila harus kehilangan jabatannya.
"Kalaupun itu berarti saya kehilangan pekerjaan, biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan itu. Setidaknya malam ini saya bisa tidur nyenyak."
FIFA sebenarnya sempat bertahan dengan mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan proses konsultasi tetap berjalan. Organisasi itu juga menyebut sebagian polemik dipicu oleh pemberitaan media yang dianggap keliru.
Baca Juga: Dibuat Tak Percaya, Dokter Tifa Kaget Tiba-tiba Kembali Dituntut Hadir di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Namun, tekanan dari berbagai pihak terus membesar. Pada akhirnya, Gianni Infantino mengumumkan pembatalan proposal penjualan saham piala ddunia. Ia mengakui rencana tersebut justru memecah belah komunitas sepak bola internasional dan menyatakan akan fokus membangun kembali hubungan dengan seluruh pemangku kepentingan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar