Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Taruhan di Balik Safari, Jalan Cerita Jokowi Akan Tamat Jika Gagal Membesarkan PSI

Taruhan di Balik Safari, Jalan Cerita Jokowi Akan Tamat Jika Gagal Membesarkan PSI Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dinasti Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai sangat bergantung pada keberhasilannya membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2029. Masa depan karier politiknya menjadi dorongan di balik safari mantan presiden tersebut ke berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut, kegagalan partai tersebut menembus parlemen berpotensi mengakhiri relevansi politik dari Jokowi di Indonesia. Ia menilai aktivitas politikus itu belakangan ini bukan sekadar rutinitas pasca lengser dari kursi presiden, melainkan upaya menjaga eksistensi politiknya agar tetap diperhitungkan pada masa mendatang.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ambil Alih MTQ Jabar 2027: Pembukaan di Gedung Sate

"Kalau Jokowi tidak melakukan kegiatan politik, tidak membesarkan partai itu dan tidak menghidupkan kembali kartu politiknya, maka pasca-pesta politik nanti, dia akan selesai. Jokowi dianggap tidak relevan dan pastinya tidak akan punya momentum politik," kata Adi melalui kanal YouTube Adiprayitnoofficial, dikutip Senin (3/8/2026).

PSI Menurut Adi akan menjadi kunci keberhasilan utama Jokowi. Ia ia berhasil membesarkan partai tersebut, maka eks presiden itu bisa mempertahankan pengaruh politiknya setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Ia menilai keberadaan partai yang memiliki representasi di parlemen akan menjadi modal penting bagi politikus itu untuk tetap memiliki posisi tawar dalam dinamika politik nasional. Sebaliknya, jika gagal, maka hasilnya adalah penyempitan ruang gerak politik dari Jokowi.

"Kalau tanpa itu semua. PSI tidak lolos ke parlemen, anaknya tidak maju, tidak berkompetisi. Maka jalan cerita dia sejak saat itu akan selesai, tamat dan wassalam," ujarnya.

Adi menambahkan, hingga kini politikus itu memang terlihat semakin aktif menghadiri berbagai agenda dari PSI. Kehadiran tersebut memunculkan spekulasi bahwa mantan presiden itu tengah serius membangun fondasi politik baru menjelang Pemilu 2029.

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan wejangan sekaligus peringatan untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menekankan pentingnya partai tersebut untuk "napak tanah" alias menjaga kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan politik menuju Pemilu 2029.

Jokowi menegaskan bahwa keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuan setiap kader hadir secara konsisten di tengah kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Jokowi: Kalau Bisa Diselesaikan Sendiri, Selesaikan...Jangan Sedikit-sedikit ke Solo

"Jangan sampai kita kehilangan daya pijak, yaitu dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat kita. Kita harus hadir secara konsisten. PSI harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata yang bisa langsung dirasakan oleh rakyat," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar