Daihatsu Tembus Produksi 9 Juta Mobil di Indonesia, Libatkan Ribuan Pemasok Lokal
Kredit Foto: ADM
Daihatsu mencatatkan pencapaian baru dalam perjalanan bisnisnya di Indonesia. Pabrikan asal Jepang tersebut kini telah memproduksi lebih dari 9 juta kendaraan sejak mulai beroperasi di Tanah Air hampir setengah abad lalu.
Capaian tersebut menjadi salah satu penanda kontribusi Daihatsu terhadap perkembangan industri otomotif nasional. Selama puluhan tahun, perusahaan tidak hanya memperluas kapasitas produksi, tetapi juga meningkatkan penggunaan komponen buatan dalam negeri serta membangun jaringan industri pendukung.
Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Rokky Irvayandi, mengatakan, sejak hadir di Indonesia pada 1978, Daihatsu terus berinvestasi untuk memperkuat basis produksi lokal.
Menurut dia, saat ini Daihatsu mengoperasikan enam pabrik yang berlokasi di Sunter dan Karawang. Seluruh fasilitas tersebut menjadi tulang punggung produksi kendaraan sekaligus mendorong peningkatan penggunaan komponen lokal.
"Kami terus memperkuat industri otomotif Indonesia melalui produksi di dalam negeri. Selain memiliki enam fasilitas manufaktur, kami juga berupaya meningkatkan kandungan lokal agar industri komponen nasional ikut berkembang," ujar Rokky di Tangerang, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, aktivitas produksi Daihatsu saat ini ditopang lebih dari 2.000 perusahaan pemasok lokal, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, keberadaan rantai pasok tersebut memberikan dampak ekonomi yang cukup besar karena melibatkan banyak tenaga kerja.
Rokky menyebut, ekosistem pemasok yang dibangun Daihatsu telah menyerap lebih dari satu juta pekerja. Selain itu, sekitar 80 persen nilai pembelian komponen untuk setiap kendaraan berasal dari industri dalam negeri.
"Rata-rata local purchase kendaraan Daihatsu saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen. Artinya, sebagian besar biaya produksi kendaraan kami berasal dari komponen yang dipasok oleh industri lokal," kata dia.
Ia menambahkan, tingginya tingkat penggunaan komponen lokal menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap penguatan industri otomotif nasional sekaligus meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia.
Baca Juga: Daihatsu Tambah Amunisi di GIIAS 2026, Bawa Sigra Facelift hingga Terios Edisi Terbatas
Baca Juga: Penjualan Daihatsu Naik 14,2 Persen di Semester I 2026, Market Share Tembus 17,1 Persen
Dari sisi produksi, perkembangan Daihatsu juga menunjukkan tren yang terus meningkat. Rokky mengungkapkan, perusahaan membutuhkan waktu sekitar 27 tahun untuk mencapai produksi satu juta unit pertama yang tercapai pada 2005.
Setelah kapasitas pabrik bertambah dan permintaan pasar meningkat, laju produksi pun semakin cepat. Sejak 2013, Daihatsu mampu menambah produksi satu juta unit setiap sekitar dua tahun.
"Produksi terus meningkat seiring bertambahnya kapasitas manufaktur. Hingga akhirnya pada 2025 kami berhasil menembus angka produksi kumulatif sebanyak 9 juta unit di Indonesia," ujar Rokky.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: