Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Microsoft Resmi Naikkan Harga Produknya Secara Global, Biaya Chip AI Jadi Biang Kerok

Microsoft Resmi Naikkan Harga Produknya Secara Global, Biaya Chip AI Jadi Biang Kerok Kredit Foto: Pixabay.com
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kenaikan harga chip memori dan penyimpanan juga dirasakan oleh perusahaan teknologi raksasa Microsoft. Perusahaan resmi menaikkan harga konsol Xbox di berbagai negara karena kenaikan biaya tersebut.

Kenaikan harga berlaku secara global, termasuk di Inggris, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Uni Eropa.

Mengutip BBC, harga Xbox Series X versi disk di Inggris meningkat dari 500 poundsterling menjadi 670 poundsterling. Sementara itu, Xbox Series S model dasar kini dibanderol 430 poundsterling, naik sekitar 43% dibanding harga sebelumnya yang sebesar 300 poundsterling.

Di Amerika Serikat, harga Xbox Series S naik US$100 menjadi US$499. Adapun varian Xbox dengan kapasitas penyimpanan lebih besar mengalami kenaikan US$150 menjadi US$749.

Sementara di Uni Eropa, Microsoft juga menaikkan harga Xbox Series S berkapasitas penyimpanan lebih besar hingga sekitar 200 euro dibandingkan sebelumnya.

Microsoft mengaku sebenarnya berharap tidak perlu kembali menaikkan harga. Namun, perusahaan menyatakan kenaikan biaya memori dan media penyimpanan membuat penyesuaian harga tidak dapat dihindari.

Sebelumnya, Microsoft pada Juni lalu menyebut pihaknya berharap tidak perlu melakukan kenaikan harga lagi, tetapi peningkatan biaya komponen memaksa perusahaan membebankan sebagian biaya tersebut kepada konsumen.

Kenaikan harga Xbox mengikuti langkah sejumlah perusahaan teknologi lain. Sony lebih dulu menaikkan harga PlayStation 5 sebesar 90 poundsterling pada Maret lalu, sementara Valve juga meluncurkan perangkat hybrid PC-konsol dengan harga lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Ketiga perusahaan sama-sama menyoroti meningkatnya biaya perangkat keras dan komponen penyimpanan sebagai faktor utama di balik kenaikan harga produk mereka.

Menurut laporan BBC, harga random-access memory (RAM) yang sebelumnya tergolong murah kini melonjak akibat tingginya permintaan dari industri kecerdasan buatan (AI). Kenaikan juga terjadi pada harga kartu grafis (GPU), komponen penting pada konsol dan PC gaming yang kini banyak digunakan untuk menjalankan beban kerja AI generatif.

Meski demikian, keputusan Microsoft menuai kritik dari sejumlah pengguna. Banyak yang menilai harga baru tersebut terlalu tinggi, mengingat Xbox Series X dan Series S telah beredar di pasar selama beberapa tahun.

Di sisi lain, Microsoft juga tengah menghadapi tekanan pada bisnis gimnya. Perusahaan baru-baru ini melaporkan penurunan pendapatan di divisi gaming. Pada Juli, Microsoft juga melakukan restrukturisasi besar-besaran di bisnis Xbox dengan memangkas sekitar 3.200 karyawan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri