Xbox Kehabisan Nafas? Bisnis Gaming Microsoft Butuh Perubahan Besar
Kredit Foto: Unsplash/Onur Binay
Microsoft menghadapi tekanan untuk melakukan pembenahan pada bisnis gim Xbox setelah CEO Xbox, Asha Sharma, mengakui tingginya pengeluaran perusahaan tidak lagi sejalan dengan pertumbuhan pendapatan.
Dalam memo kepada karyawan yang dipublikasikan melalui blog resmi Xbox pada Rabu (10/6/2026), Sharma menyebut divisi gim Microsoft tengah menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari meningkatnya biaya komponen perangkat keras, struktur studio yang semakin besar, hingga infrastruktur platform yang mulai menua.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan yang menyebut Xbox sedang menyiapkan langkah efisiensi untuk memperbaiki kinerja bisnisnya. Namun, Microsoft hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.
Dalam memo yang ditandatangani bersama Kepala Konten Xbox, Matt Booty, Sharma mengungkapkan bahwa selama lima tahun terakhir Microsoft telah menginvestasikan lebih dari US$20 miliar untuk pengembangan konten, platform, dan subsidi perangkat keras.
Meski demikian, pendapatan tahunan Xbox disebut menyusut hampir US$500 juta dalam periode yang sama.
“Ke depan, kondisi seperti ini tidak bisa terus berlanjut,” tulis Sharma dalam memo tersebut.
Tekanan terhadap bisnis Xbox juga tercermin dari laporan keuangan terbaru Microsoft. Pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026, pendapatan segmen gim (gaming) tercatat turun 7% menjadi US$5,3 miliar.
Penurunan terdalam berasal dari penjualan perangkat keras Xbox yang merosot 33% akibat melemahnya permintaan konsol. Sementara itu, pendapatan dari konten dan layanan Xbox turun 5%.
Dalam memo tersebut, Sharma juga mengungkapkan Xbox diperkirakan hanya mencatat margin akuntabilitas sekitar 3% pada tahun fiskal ini. Indikator internal tersebut digunakan Microsoft untuk mengukur tingkat profitabilitas bisnis.
Baca Juga: Biaya AI Membengkak, Microsoft dan Uber Mulai Rem Penggunaan
Memo tersebut dirilis beberapa hari setelah gelaran Xbox Games Showcase, ketika Microsoft mengumumkan bahwa gim Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution akan menjadi eksklusif untuk konsol Xbox.
Keputusan tersebut dinilai menandai perubahan strategi perusahaan setelah sebelumnya lebih agresif menghadirkan sejumlah judul gim ke platform pesaing.
Sharma menegaskan Xbox perlu melakukan penyesuaian agar bisnis dapat kembali tumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan industri gim global dan meningkatnya tekanan terhadap profitabilitas perusahaan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: