Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Zulhas Bantah KDMP Akan Matikan Warung Rakyat, Sebut Koperasi Justru Jadi Mitra UMKM Desa

Zulhas Bantah KDMP Akan Matikan Warung Rakyat, Sebut Koperasi Justru Jadi Mitra UMKM Desa Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah membantah kabar yang menyebut Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan menggantikan atau mematikan usaha warung milik masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan informasi tersebut merupakan hoaks yang berpotensi membuat keresahan di tengah masyarakat.

Zulhas mengatakan keberadaan KDMP tidak dirancang untuk menjadi pesaing warung kelontong maupun usaha kecil warga desa. Menurutnya, koperasi tersebut memiliki fungsi berbeda sebagai infrastruktur ekonomi untuk menyalurkan berbagai program pemerintah sekaligus memperkuat rantai pasok masyarakat.

"Tidak benar kalau ada isu warung-warung akan ditutup. Itu hoax yang sangat jahat. Tujuannya hanya ingin membuat masyarakat ribut," kata Zulhas usai membuka Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan KDMP akan berperan dalam distribusi barang bersubsidi, bantuan pemerintah, hingga menjadi offtaker bagi produk pertanian masyarakat. Dengan fungsi tersebut, koperasi dinilai dapat membantu meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa.

"Semua nanti akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, maupun Koperasi Nelayan Merah Putih. Jadi ini bukan supermarket," ujarnya.

Zulhas bahkan menyebut para pemilik warung kelontong berpotensi mendapatkan keuntungan dari kehadiran koperasi tersebut. Para pelaku usaha kecil nantinya dapat menjalin kerja sama untuk menitipkan produk maupun memperluas pasar.

"Malah warung kelontong bisa menitipkan barangnya. Kalau ingin memasarkan produk ke seluruh Indonesia, juga bisa melalui Koperasi Desa. Karena sekali lagi, koperasi ini bukan warung dan bukan supermarket," kata Zulhas.

Menurutnya, pembangunan KDMP merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi angka kemiskinan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah pedesaan. Pemerintah berharap koperasi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto juga memastikan isu penutupan warung rakyat tidak benar. Ia menyebut kabar tersebut sebagai informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk memunculkan persepsi negatif terhadap program pemerintah.

"Walaupun ini sudah kami klarifikasi, banyak beredar di media sosial katanya Pak Menko Pangan dan Pak Mendes ingin menutup warung-warung di desa. Itu hoax," kata Yandri.

Ia menambahkan pemerintah telah melaporkan penyebaran informasi tersebut kepada pihak kepolisian. Menurut Yandri, konten yang beredar bahkan dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Baca Juga: Pengamat: Kopdes Merah Putih Bukan Koperasi, Itu Warung Politik

Yandri menegaskan kehadiran KDMP tidak bertujuan mengambil ruang usaha masyarakat kecil. Ia justru menyebut Zulhas sebagai salah satu tokoh yang selama ini memperjuangkan sektor UMKM.

"Justru Pak Menko Pangan ini adalah pejuang rakyat kecil, pejuang UMKM dan tidak mungkin menutup warung-warung kecil yang ada di desa," ujarnya.

Selain membantah isu tersebut, pemerintah juga terus mengejar target pembangunan KDMP. Yandri menyebut sebanyak 35 ribu koperasi ditargetkan selesai dibangun pada akhir Agustus secara bertahap.

Fasilitas koperasi itu nantinya akan dilengkapi sarana logistik berupa kendaraan operasional untuk mendukung distribusi barang di wilayah desa. Pemerintah berharap jaringan koperasi tersebut dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Zulhas sebelumnya memperkirakan keberadaan koperasi desa dapat menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Dengan asumsi satu koperasi mempekerjakan enam hingga tujuh orang, potensi penyerapan tenaga kerja dapat mencapai hampir setengah juta orang dari puluhan ribu desa di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama