- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Tuntun Sekuritas Dorong Transformasi Investasi Modern Lewat AI dan Teknologi
Kredit Foto: Tuntun Sekuritas
PT Tuntun Sekuritas Indonesia memperkuat transformasi investasi berbasis teknologi dengan mendorong pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan riset untuk mendukung proses pengambilan keputusan investor. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan investor terhadap akses informasi yang lebih cepat, akurat, dan relevan di tengah dinamika pasar modal.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Tuntun Investment Talk bertajuk Modern Trading & Investing di Era AI yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/8/2026). Melalui kegiatan ini, perusahaan menekankan pentingnya integrasi teknologi, riset, dan AI dalam meningkatkan literasi investasi.
Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia Ricki Juliandi mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara investor memperoleh informasi dan mengambil keputusan investasi.
"Cara investor mengambil keputusan kini telah bergeser. Investor membutuhkan akses terhadap informasi yang lebih cepat, insight yang lebih relevan, serta dukungan teknologi yang dapat membantu mereka memahami pasar dengan lebih baik. Melalui Tuntun Investment Talk, kami ingin memperkuat edukasi mengenai bagaimana teknologi, riset, dan AI dapat digunakan secara bijak untuk mendukung proses pengambilan keputusan investasi," ujar Ricki, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Salah satu inovasi yang menjadi fokus perusahaan adalah Tuntun AI, fitur berbasis generative artificial intelligence yang diluncurkan pada April 2026. Menurut data internal perusahaan, sejak diluncurkan fitur tersebut telah digunakan untuk menjawab lebih dari 50.000 pertanyaan pengguna dan menghasilkan lebih dari 1,2 juta analisis pasar.
Perusahaan juga menyebut Tuntun AI mampu membantu pengguna memahami data pasar hingga 70% lebih cepatdibandingkan proses analisis konvensional.
Selain Tuntun AI, perusahaan mengembangkan sejumlah fitur pendukung investasi berbasis teknologi, seperti AI Broker Summary, Tuntun Research, Market Radar, Concept Sector, serta Investing & Trading Selection yang dirancang untuk membantu investor menganalisis kondisi pasar secara lebih efisien.
Menurut Ricki, pemanfaatan AI bukan ditujukan untuk menggantikan peran investor dalam mengambil keputusan investasi.
"AI bukan pengganti judgment investor. Teknologi hadir untuk membantu investor membaca informasi dengan lebih efisien, memahami konteks pasar dengan lebih luas, dan mengambil keputusan secara lebih terarah. Pada akhirnya, keputusan investasi tetap harus didasarkan pada pemahaman, profil risiko, dan tujuan masing-masing investor," katanya.
Baca Juga: Warga RI Makin Ramai Investasi Kripto, Transaksi Tembus Rp28,58 Triliun
Baca Juga: BEI Resmi Rombak Notasi Saham, Ini Perubahan yang Bisa Pengaruhi Keputusan Investasi
Selain pengembangan teknologi, Tuntun Sekuritas juga memperkuat kapabilitas riset. Saat ini Tuntun Research telah mencakup lebih dari 600 emiten dan didukung high-frequency short-term report analysis yang diperbarui secara berkala guna memberikan analisis terhadap perkembangan pasar.
Perusahaan menilai penguatan teknologi dan riset menjadi semakin penting di tengah prospek ekonomi Indonesia yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan, didukung fundamental ekonomi, perkembangan sektor produktif, serta meningkatnya jumlah investor di pasar modal.
Ricki mengatakan literasi investasi di era digital tidak lagi sebatas kemampuan melakukan transaksi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, mengelola risiko, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: