Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Apa Itu Dapodik dan Mengapa Sistem Ini Penting?

Apa Itu Dapodik dan Mengapa Sistem Ini Penting? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ramainya perbincangan mengenai dugaan data anak dicatut dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) membuat masyarakat mulai mempertanyakan apa sebenarnya fungsi sistem tersebut dan mengapa data di dalamnya begitu penting.

Dapodik atau Data Pokok Pendidikan merupakan sistem pendataan terintegrasi berskala nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). 

Sistem ini menjadi sumber data utama pendidikan nasional karena menghimpun informasi langsung dari satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Data yang tercatat di Dapodik tidak hanya mencakup identitas peserta didik, tetapi juga informasi mengenai sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, hingga proses pembelajaran. Seluruh data tersebut diperbarui secara berkala melalui sistem daring sehingga dapat menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program pendidikan.

Data Apa Saja yang Ada di Dapodik?

Dapodik menghimpun berbagai jenis data pendidikan, di antaranya:

  • Data sekolah, seperti profil sekolah, alamat, izin operasional, kondisi sanitasi, dan ketersediaan listrik.
  • Data peserta didik, meliputi biodata siswa, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Induk Kependudukan (NIK), hingga asal sekolah.
  • Data pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), seperti identitas guru dan tenaga kependidikan, surat keputusan (SK) pengangkatan, serta beban atau jam mengajar.
  • Data rombongan belajar (rombel) dan pembelajaran, meliputi pembagian kelas, jadwal belajar, hingga mata pelajaran.

Mengapa Dapodik Penting?

Pemerintah menggunakan Dapodik sebagai basis utama dalam perencanaan pendidikan nasional. Data yang akurat dan terus diperbarui memungkinkan pemerintah menyusun berbagai program pendidikan secara lebih terukur dan tepat sasaran.

Selain menjadi dasar penyusunan kebijakan, data peserta didik di Dapodik juga berkaitan langsung dengan berbagai layanan pendidikan. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang tercatat dalam sistem digunakan dalam pengajuan Program Indonesia Pintar (PIP), beasiswa, proses kelulusan, hingga pencetakan ijazah.

Karena itu, keakuratan data Dapodik menjadi sangat penting agar peserta didik tidak mengalami kendala dalam memperoleh hak dan layanan pendidikan.

Baca Juga: Pasien BPJS Kesehatan Dirundung Nakes, Ini Janji Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Bagaimana Sistem Dapodik Bekerja?

Data dalam Dapodik berasal dari sekolah dan tidak diinput secara bebas oleh masyarakat. Berdasarkan Panduan Lengkap Pengisian Aplikasi Dapodik Versi 2026, sekolah membentuk tim pendataan yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, pendidik, tenaga kependidikan, kepala tata usaha, serta petugas pendataan atau operator sekolah.

Dalam mekanismenya, operator sekolah memasukkan data ke aplikasi Dapodik berdasarkan formulir yang telah diisi dan diverifikasi oleh pihak terkait. Data tersebut kemudian dikirim ke server pusat Kemendikdasmen, diverifikasi kembali, serta diperbarui secara berkala sedikitnya satu kali setiap semester.

Setelah dikirim ke server pusat, data juga melalui proses verifikasi dan validasi pada sejumlah aplikasi, termasuk Verval PTK untuk data pendidik dan tenaga kependidikan, Verval PD untuk data peserta didik, serta VervalSP untuk data sekolah. Proses ini dilakukan untuk menjaga akurasi dan konsistensi data yang digunakan pemerintah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat