Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemenang Medali Emas OSN 2025 Hanya Dapat Rp3 Juta, Mendikdasmen Sebut Kekurangan Dana

Pemenang Medali Emas OSN 2025 Hanya Dapat Rp3 Juta, Mendikdasmen Sebut Kekurangan Dana Kredit Foto: Twitter/Abdul Muti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengumuman juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 jenjang SD dan SMP justru memunculkan perdebatan mengenai besaran hadiah yang diterima para pemenang.

Alih-alih hanya membahas prestasi para siswa, perhatian publik tertuju pada nominal hadiah yang dinilai terlalu kecil. Besaran hadiah tersebut juga disebut turun dibandingkan penyelenggaraan OSN pada tahun sebelumnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan penurunan hadiah tersebut berkaitan dengan berkurangnya anggaran untuk Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Mu'ti menyebut pemangkasan anggaran Puspresnas cukup signifikan sehingga berdampak pada alokasi hadiah bagi para pemenang OSN 2026.

Meski demikian, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) masih berupaya mencari sumber pendanaan lain agar nominal penghargaan dapat ditambah.

Mu'ti meminta masyarakat tidak melihat bentuk apresiasi terhadap para juara OSN hanya dari besaran hadiah uang tunai.

Para siswa yang meraih prestasi di OSN disebut memiliki prioritas untuk mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Menurut Mu'ti, kesempatan tersebut memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar hadiah uang tunai.

Karena itu, pemerintah tetap berupaya memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi meski harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia.

Sebelumnya, pengumuman hasil OSN 2026 jenjang SD dan SMP pada Minggu (30/8/2026) ramai diperbincangkan di media sosial.

Berdasarkan data yang diumumkan Puspresnas, pemenang medali emas mendapatkan hadiah Rp3 juta, medali perak Rp2 juta, sedangkan medali perunggu memperoleh Rp1 juta.

Nominal tersebut memicu kritik warganet karena dianggap mengalami penurunan cukup besar dibandingkan hadiah pada OSN 2025.

Sejumlah komentar juga menilai besaran hadiah tersebut belum sebanding dengan biaya dan persiapan yang harus dikeluarkan siswa untuk mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional.

Baca Juga: Prabowo Bongkar Borosnya Belanja Negara: Pengadaan Ditarget Hemat Rp360 Triliun

Mu'ti kemudian menyampaikan permohonan maaf apabila besaran hadiah OSN 2026 tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Ia menegaskan keterbatasan anggaran bukan berarti pemerintah mengabaikan atau tidak menghargai prestasi para siswa. Pemerintah tetap berupaya memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

Selain hadiah uang, pemerintah juga menyiapkan bentuk apresiasi lain, termasuk peluang memperoleh beasiswa. Bagi Mu'ti, dukungan pendidikan melalui beasiswa memiliki manfaat jangka panjang yang lebih besar bagi para siswa berprestasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat