Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasien BPJS Kesehatan Dirundung Nakes, Ini Janji Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Pasien BPJS Kesehatan Dirundung Nakes, Ini Janji Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang pasien BPJS Kesehatan yang sebelumnya menjadi sorotan publik setelah mendapat komentar negatif dari oknum tenaga kesehatan di media sosial.

Budi mengatakan setiap kabar meninggalnya warga, terutama pada usia muda, menjadi pukulan tersendiri baginya. Menurut dia, hal tersebut bertentangan dengan amanat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan rata-rata angka harapan hidup masyarakat meningkat dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Karena itu, setiap kematian yang terjadi sebelum target tersebut tercapai dipandangnya sebagai kegagalan yang harus menjadi bahan evaluasi.

Menurut Budi, pemerintah bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang, termasuk peserta BPJS Kesehatan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam sistem pelayanan kesehatan, mulai dari sarana dan prasarana, ketersediaan alat kesehatan, hingga kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.

Kementerian Kesehatan, lanjutnya, berkomitmen melakukan pembenahan secara menyeluruh agar mutu pelayanan kesehatan terus meningkat dan berbagai kelemahan yang masih ada dapat diperbaiki.

Kasus yang menjadi perhatian publik ini bermula dari unggahan seorang pasien melalui akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026. Dalam unggahan tersebut, pasien mengaku harus menunggu selama delapan jam tanpa kepastian memperoleh ruang perawatan di rumah sakit.

Pasien tidak menyebut identitas rumah sakit tempat dirinya berobat karena menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Namun, unggahan tersebut justru memicu berbagai komentar sinis dan merendahkan dari sejumlah pengguna media sosial.

Baca Juga: Pengembalian Uang Raja Juli ke Bupati Kuansing Disebut Tak Utuh

Berdasarkan penelusuran warganet, beberapa komentar tersebut diketahui berasal dari akun tenaga medis aktif, termasuk seorang dokter di RSUP Dr Sardjito. Oknum tenaga kesehatan tersebut kemudian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mengakui komentarnya tidak pantas.

Sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia pada 1 Agustus 2026, kisah pasien tersebut telah lebih dulu viral dan memicu sorotan luas terhadap kualitas pelayanan kesehatan serta etika tenaga medis di ruang digital.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat