Bukan Perhitungan, Ruben Onsu Kuak Alasan Menyentuh Minta Rincian Tagihan Sarwendah
Kredit Foto: Instagram/ruben_onsu
Konflik antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, terus memunculkan babak baru. Kali ini, Ruben angkat bicara mengenai alasan dirinya terus meminta rincian tagihan pengeluaran yang selama ini diminta untuk dibayarkan.
Menurutnya, langkah tersebut bukan karena ingin menghitung-hitung nafkah, melainkan demi memiliki bukti yang suatu saat bisa ia tunjukkan kepada anak-anaknya.
Pengakuan itu disampaikan Ruben dalam siaran langsung di TikTok belum lama ini. Ia mengatakan, seluruh bukti pembayaran ingin ia simpan sebagai bentuk pertanggungjawaban apabila kelak anak-anak mempertanyakan perannya sebagai ayah.
"Kan kartu kredit itu selalu dibagi dua, maksud gue ini buat pegangan gue kalau suatu saat nanti anak gue nyalahin gue. Gue minimal (bilang) nggak kok ayah ikut bantu," kata Ruben.
Baca Juga: Betrand Peto Sindir Pedas Sarwendah di Medsos, Ruben Onsu: Gue Marah
Namun, Ruben mengaku selama ini ia hanya menerima tagihan berupa nominal akhir tanpa disertai rincian penggunaan dana tersebut. Kondisi itulah yang membuatnya mempertanyakan dasar perhitungan tagihan yang harus dibayarkan.
"Lo cuma tulisan begitu doang. Ditanya rincian, itungannya mane? Ya Allah, nggak ngerti deh kita," ujar Ruben.
Sebelumnya, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, juga mengungkap bahwa kliennya selama ini tetap memenuhi kewajiban finansial, termasuk membayar sekitar Rp200 juta per bulan yang ditagihkan Sarwendah serta ikut menanggung pembayaran kartu kredit.
"Tiap bulan Ruben dimintakan setengah dari seluruh pemakaian di bulan itu oleh S, alasannya untuk anak-anak," kata Minola.
Baca Juga: Tak Bisa Bertemu Anak, Ruben Onsu Diam-diam Luapkan Rindu Lewat Cara Ini
Menurut Minola, setelah perceraian, Ruben hanya menerima angka total tagihan tanpa pernah memperoleh rincian penggunaan dana, baik untuk kebutuhan bulanan maupun transaksi kartu kredit.
"Tapi paling tidak, sudah ada angka bulanan sebesar itu, masih bayar lagi kartu kredit setengah. Katanya untuk kepentingan anak-anak," ucap Minola.
Ia menjelaskan, Ruben beberapa kali meminta penjelasan mengenai pengeluaran tersebut. Namun, yang diterima hanya nominal yang harus dibayarkan tanpa disertai bukti transaksi secara lengkap.
"Ruben kan tanya, ini apa aja pembelanjaannya, kok cuma angkanya. Nggak mau kasih, (hanya dijawab) Bayar Rp50 juta, itu setengah loh, tadinya Rp100 (juta). Tapi Ruben nggak pernah lihat tagihan sesungguhnya berapa," ujar Minola.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: