Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Purbaya Buka Suara soal Isu Defisit APBN 3 Persen Dihapus, Singgung Sikap Tegas Prabowo

Purbaya Buka Suara soal Isu Defisit APBN 3 Persen Dihapus, Singgung Sikap Tegas Prabowo Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut pemerintah akan menghapus batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Ia menegaskan pemerintah tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dalam mengelola fiskal.

Purbaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto juga berkomitmen menjaga disiplin fiskal sesuai aturan yang berlaku. Karena itu, tidak ada rencana mengubah ketentuan batas defisit APBN.

"Enggak ada niat seperti itu (menghapus batas defisit). Bahkan, Presiden (Prabowo Subianto) amat firm dengan menjalankan fiskal sesuai dengan aturan kehati-hatian," ujar Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8).

Ia memastikan asumsi defisit dalam Rancangan APBN 2027 tetap berada di bawah ambang batas 3 persen terhadap PDB. Menurutnya, batas tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara sehingga tidak dapat diubah melalui penyampaian Nota Keuangan.

"Kalau itu kan 3 persen di Undang-Undang Keuangan Negara. Nota Keuangan itu mengikuti Undang-Undang APBN yang menjabarkan pelaksanaan APBN. Jadi enggak ada yang akan melewati batas 3 persen itu," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons kabar yang menyebut pemerintah akan menghapus batas defisit APBN 3 persen dan mengumumkannya dalam penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 pada 14 Agustus mendatang.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan melaporkan APBN hingga semester I 2026 mencatat defisit sebesar Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap PDB. Defisit terjadi karena realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun, lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara sebesar Rp1.459,4 triliun.

Baca Juga: Ferry Latuhihin Sindir Purbaya: Bertahan Karena Lobi, Bukan Kapasitas!

Meski begitu, Purbaya menilai kondisi fiskal Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Ia menyebut penerimaan negara mengalami peningkatan signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini.

"Kinerja fiskal sepanjang semester I menunjukkan tren semakin menguat. Pendapatan negara terus meningkat dari Rp574,9 triliun pada akhir Maret menjadi Rp1.459,4 triliun pada akhir Juni," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa pada 21 Juli lalu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy