Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sindir Purbaya, Syukur Mandar: Jangan Bertindak seperti Presiden

Sindir Purbaya, Syukur Mandar: Jangan Bertindak seperti Presiden Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan masih memunculkan berbagai tanggapan. Kali ini, Presiden Gerakan Oposisi M Syukur Mandar menyoroti posisi seorang pembantu Presiden yang menurutnya tidak seharusnya bertindak melampaui kapasitas yang diberikan.

Syukur Mandar menyampaikan pandangan tersebut saat merespons pencopotan Purbaya. Ia mengingatkan agar seorang pembantu Presiden tidak sampai mengambil sikap seolah-olah memiliki kewenangan seperti kepala negara.

“Kalau ada orang membantu Presiden bermimpi seperti Presiden saya tidak berharap ke situ,” katanya dalam tayangan YouTube Sinkos Indonesia, dikutip Minggu (20/9/2026).

“Jadi, kalau ada seorang pembantu Presiden bertindak seolah-olah seorang Presiden saya tidak menaruh harapan di situ,” lanjut dia.

Baca Juga: Eks Stafsus Sri Mulyani Sentil Klaim Purbaya Bersih-bersih Mafia di Kemenkeu

Syukur Mandar turut menyoroti persoalan rekrutmen pejabat publik di Indonesia. Khusus untuk posisi menteri, ia menyebut pengangkatannya berkaitan dengan kehendak Presiden serta usulan atau rekomendasi dari koalisi partai.

“Proses pengangkatan Menteri itu berdasarkan kehendak Presiden dan usul koalisi partai rekomendasi,” ungkapnya.

Olehnya itu, mengenai pencopotan Purbaya, Syukur Mandar menilai masyarakat tidak perlu terlalu memperdebatkan keputusan pemberhentian tersebut. 

“Jadi, kalau ada pemberhentian atau segala macam publik tidak boleh mempersoalkan itu karena kita mau fokus ke sistem,” sebut dia.

Diketahui, pencopotan Purbaya memang menuai polemik karena berlangsung mendadak saat dirinya bahkan masih menjalani rapat. Terlepas dari itu, publik belakangan menyoroti perjalanan politiknya setelah tidak lagi berada di kabinet. 

Baca Juga: Tenaga Ahli Bakom: Pak Purbaya Tidak Ada Masalah, Dia Pencetak Gol Ulung

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Doktor Dedi Kurnia Syah Putra pun menilai Purbaya memiliki dua modal yang dapat menjadi bekal jika ia melanjutkan kiprah di panggung politik.

"Purbaya memadukan dua modal utama, dia berpengalaman sebagai birokrat teknokratis di lembaga sentral, sekaligus memiliki ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat kelas bawah," katanya.

Dedi juga menyoroti gaya komunikasi Purbaya yang dinilainya membuat sosok tersebut mendapat perhatian publik.

"Purbaya berhasil merebut hati publik karena komunikasinya yang ceplos-ceplos, jujur, dan tidak berjarak. Pejabat bersikap elit sudah sangat membosankan bagi publik. Ketika Purbaya dicabut, dukungan publik kepada kementerian dan skema kebijakan keuangan negara otomatis akan bergeser," terang Dedi.

Dari situ, Dedi melihat pencopotan tersebut dapat menjadi titik baru dalam perjalanan politik Purbaya. Jika simpati publik setelah tidak lagi berada di kabinet dapat dikonsolidasikan, menurutnya, ruang politik Purbaya berpotensi semakin terbuka.

"Proses pemecatan yang terkesan tidak lazim ini justru bisa menjadi bumerang politik dan membuat Purbaya berpotensi menjelma sebagai kekuatan perlawanan politik baru," ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: