PSI: Tokoh Politik Seperti Jokowi Itu Jelas akan Runtuh dengan Sendirinya Jika Bermasalah
Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih terus menjadi perbincangan publik meski hampir dua tahun meninggalkan kursi kepresidenan. Beragam analisis hingga kritik terhadap perjalanan politiknya terus bermunculan, namun di sisi lain, dukungan dari sejumlah pihak juga tak surut.
Salah satunya datang dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka. Menurutnya, eksistensi Jokowi yang masih menyedot perhatian publik justru menunjukkan bahwa mantan presiden tersebut tetap memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di mata masyarakat.
Melalui unggahan di akun X, Dedy menilai seorang tokoh politik dengan popularitas besar akan kehilangan dukungan secara alami apabila benar-benar memiliki persoalan serius di mata publik. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi pada Jokowi.
"Tokoh politik seperti Jokowi yang sangat populer itu jelas akan runtuh dengan sendirinya jika bermasalah," tulis Dedy.
Baca Juga: Rocky Gerung: Jokowi Punya Ijazah Asli, tapi Orangnya yang Palsu
Ia juga menyinggung perjalanan politik Jokowi yang dinilainya terus memperoleh dukungan sejak awal karier hingga menjadi Presiden RI selama dua periode.
"Problemnya sejak beliau mendaftarkan diri jadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI jalan-nya mulus dan didukung oleh banyak partai-partai terkemuka," ujarnya.
Dedy kemudian menilai antusiasme masyarakat terhadap Jokowi belum memudar meski masa jabatannya telah berakhir hampir dua tahun lalu.
"Hampir dua tahun pensiun saja Rakyat masih terus bersemangat berjalan bersama Jokowi, itu artinya ia mendapatkan kepercayaan tinggi dari rakyat Indonesia," lanjutnya.
Dalam unggahan berbeda, Dedy turut mengomentari dinamika demokrasi yang menurutnya semakin menarik ketika terjadi perdebatan dan interaksi antara dua kelompok dengan pandangan politik yang berbeda.
"Yang bikin sistem demokrasi menjadi menarik adalah ketika dua kubu saling berinteraksi dengan cara yang paling bersemangat," ungkapnya.
Baca Juga: PDIP Panas? PSI: Jokowi, Gibran dan Kaesang Kalau Bersatu Bayangkan Hasilnya
Ia menilai hingga kini Jokowi masih menjadi salah satu tokoh politik yang paling sering menjadi bahan evaluasi maupun perdebatan di ruang publik.
"Contoh paling update adalah dua kubu sampai saat ini masih bersemangat mengevaluasi satu tokoh penting di Republik bernama Jokowi. Beliau adalah mantan Walikota Solo, Gubernur DKI dan Presiden Republik dua Periode. Beragam teori dan analisis politik beredar di seputar perjalanan karir politiknya," sambung Dedy.
Di akhir pernyataannya, Dedy mempertanyakan mengapa perhatian publik begitu besar tertuju kepada Jokowi dibanding tokoh politik lainnya. Ia pun mengajak warganet memberikan pandangan mereka.
"Pertanyannya, mengapa tokoh-tokoh politik lain tidak diulas secara bersemangat seperti tokoh politik Jokowi? Silahkan netizen bersemangat menjawab lewat bahasa paling konspiratif," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: