Tak Suka Kriminalisasi, Eks Petinggi Polri Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah: Demi Nama Baik Indonesia
Kredit Foto: Istimewa
Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno ikut menyoroti polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menegaskan hal itu sebaiknya diselesaikan melalui pembuktian yang terbuka, bukan dengan memperpanjang proses hukum terhadap pihak-pihak yang mengkritisi.
Menurut Oegroseno, langkah paling sederhana untuk mengakhiri polemik tersebut adalah dengan menunjukkan dokumen yang dipersoalkan sehingga tidak lagi memunculkan perdebatan di ruang publik.
Baca Juga: Carut-marut Panjang Upaya Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Bukan Kesalahan dari Kami
"Seharusnya, ya demi nama baik bangsa ini beliau tunjukkan, saya kuliah dulu di Universitas Gadjah Mada (UGM)," ujar Oegroseno, dikutip Jumat (7/8/2026).
Ia menilai, apabila dokumen tersebut diperlihatkan secara terbuka, maka polemik yang telah berlangsung cukup lama dapat segera diakhiri.
"Jadi, udahlah apa yang mau ditanyakan selesai kan, gak usah menghukum, pengen menghukum rakyatnya yang mengkritisi lagi, ya gak perlu," lanjutnya.
Oegroseno juga mengungkapkan bagaimana langkah yang menurutnya akan dilakukan apabila dirinya masih menjabat sebagai anggota aktif dari Kepolisian Republik Indonesia.
Menurutnya, sebagai bagian dari proses penanganan laporan, ia akan meminta langsung pelapor menyerahkan dokumen yang dipersoalkan untuk diperiksa penyidik.
"Tapi kalau saya masih aktif, saya akan minta beliau, bapak serahkan ijazah bapak nanti di kantor polisi karena bapak melaporkan itu," katanya.
Ia menjelaskan, setelah dokumen diterima, penyidik dapat melakukan pemeriksaan, menyalin dan melegalisasi dokumen tersebut sebagai bagian dari proses pembuktian.
"Nanti kalau perlu setelah dilihat, dipotokopi, legalisir, yaudah ini sesuai dengan hasil yang pernah dilihat polisi kan gitu aja," ujarnya.
Adapun Oegroseno kembali menegaskan bahwa selama berkarier di kepolisian dirinya selalu berupaya menghindari praktik kriminalisasi.
"Menurut saya, jadi, apa sih sebenarnya bisa menghukum orang. Saya kalau selama di Kepolisian paling anti kriminalisasi," tegasnya.
Ia berharap penyelesaian polemik dilakukan dengan mengedepankan transparansi dan kepastian hukum sehingga tidak terus menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat maupun berdampak pada citra Indonesia di mata publik.
Adapun Ijazah Jokowi sendiri masih menjadi perdebatan terkait dengan keasliannya. Sebelumnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan bahwa ijazah mantan presiden itu asli dan sesuai dengan data akademik yang dimiliki oleh kampus terkait.
Baca Juga: Di Balik Roy Suryo-Dokter Tifa dan Polemik Ijazah Jokowi, Mahfud MD: Saya Lihat Kasus Ini Aslinya...
Namun banyak pihak meragukan hal tersebut menyusul keengganan kampus itu membuka terang ijazah milik mantan presiden itu, seperti Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: