Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Klaim Indonesia Tetap 'Cool' Saat Dunia Panik, Ini Alasannya

Prabowo Klaim Indonesia Tetap 'Cool' Saat Dunia Panik, Ini Alasannya Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia kini berada dalam posisi yang lebih siap menghadapi gejolak dunia karena ketahanan pangan dan energi yang semakin kuat. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia ketika sejumlah negara lain mulai menghadapi tekanan akibat gangguan pasokan energi dan pangan.

Prabowo mengatakan kesiapan pangan Indonesia dapat dilihat dari kondisi gudang-gudang pangan yang tersebar di berbagai wilayah. Menurutnya, ketersediaan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah membangun fondasi ketahanan pangan untuk menghadapi berbagai ancaman global.

"Swasembada pangan nyata. Periksa semua gudang, kita siap. Ancaman di dunia, kita siap. Swasembada pangan kita menuju, dan kita lebih kuat dari banyak negara lain," kata Prabowo dalam Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Prabowo, kekuatan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Ketika terjadi gejolak global, negara dengan cadangan pangan yang kuat dinilai memiliki ruang lebih besar untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Selain pangan, Prabowo juga menyoroti kemampuan Indonesia dalam mengelola sektor energi. Ia menyebut Indonesia masih mampu menjaga kondisi tetap terkendali ketika sejumlah negara mulai menghadapi kepanikan akibat gangguan pasokan energi.

"Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool masih," ujar Prabowo.

Presiden menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari pengelolaan energi yang dilakukan pemerintah bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina.

Menurutnya, pengelolaan sektor energi yang baik membantu pemerintah menjaga pasokan sekaligus mengendalikan dampak gejolak harga energi dunia.

Salah satu hasilnya, pemerintah masih mampu mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan di tengah tekanan harga energi global. Prabowo juga menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga harga BBM subsidi tetap terkendali.

"Juga karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih tidak naikkan," tutur Prabowo.

Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah ingin menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai bagian dari strategi menghadapi ketidakpastian global.

Baca Juga: Prabowo Temui Sejumlah Kandidat Gubernur BI, Nama-Nama Ini Disebut

Dengan pasokan pangan yang terjaga dan harga energi yang tetap dikendalikan, pemerintah berharap tekanan dari kondisi internasional tidak mudah merembet ke perekonomian nasional.

Prabowo pun menilai Indonesia saat ini memiliki posisi yang relatif lebih kuat dibandingkan banyak negara lain. Ia menegaskan pemerintah akan terus memperkuat kemampuan domestik agar Indonesia tidak mudah bergantung pada kondisi pasar maupun pasokan dari luar negeri.

Swasembada pangan dan stabilitas energi tidak hanya dipandang sebagai capaian sektoral. Bagi Prabowo, kedua sektor tersebut merupakan fondasi penting untuk memastikan Indonesia tetap memiliki daya tahan ketika dunia menghadapi berbagai ancaman dan gejolak.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama