Elektabilitas Gerindra Tertinggi, PDIP Tersalip! Peta Politik Menuju 2029 Makin Panas
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Peta kekuatan partai politik menuju Pemilu 2029 kembali menjadi sorotan. Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan Partai Gerindra kini berada di posisi teratas jika pemilihan legislatif (pileg) digelar saat ini, mengungguli sejumlah partai yang selama ini dikenal memiliki basis pemilih kuat.
Dalam survei tersebut, Gerindra mencatat elektabilitas sebesar 17,5 persen. Angka itu sekaligus menempatkan partai yang diketuai Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai partai dengan tingkat keterpilihan tertinggi.
"Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini," kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Survei IPO: Purbaya Jadi Menteri Terbaik Prabowo, yang Kinerjanya Terburuk...
Menurut Dedi, posisi Gerindra tidak terlepas dari efek politik sebagai partai pengusung Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berada di peringkat kedua dengan elektabilitas 12,8 persen.
Posisi tersebut menjadi menarik karena dalam sejumlah survei sebelumnya, PDIP kerap mendominasi dukungan pemilih di tingkat nasional. Namun, kini sebagian basis pemilih disebut mulai bergeser ke Gerindra seiring posisi partai tersebut sebagai salah satu kekuatan utama dalam pemerintahan.
"Tentu dimaklumi sebagai parpol penguasa, Gerindra cenderung mampu mengambil alih porsi pemilih yang sebelumnya dikuasai PDIP. Jika kebijakan Presiden ke depan kian diterima publik, bukan tidak mungkin elektabilitas Gerindra semakin kuat di posisi puncak," ucap Dedi.
Baca Juga: 'Suplai Energi Hambalang Tak Lagi Terasa', Kontrak Politik Prabowo-Jokowi Sudah Habis?
Di bawah Gerindra dan PDIP, Partai Golkar menempati posisi ketiga dengan elektabilitas 10,4 persen. Partai Demokrat berada di urutan keempat dengan 8,1 persen, disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di posisi kelima dengan 7,0 persen.
Berikutnya, PAN memperoleh 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai Nasdem 4,4 persen. Sementara sejumlah partai lainnya masih berada di bawah angka dua persen.
PSI tercatat memperoleh 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Partai Gelora 0,4 persen, dan Partai Hanura 0,2 persen.
Adapun Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, serta Partai Garuda belum memperoleh dukungan terukur dalam survei tersebut. Di sisi lain, angka yang cukup besar justru datang dari kelompok pemilih yang belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan pilihannya, yakni mencapai 24,6 persen.
Survei IPO sendiri dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri