Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Loyalis Prabowo: Pasar Akan Jauh Lebih Friendly dengan Suahasil Nazara Ketimbang Purbaya

Loyalis Prabowo: Pasar Akan Jauh Lebih Friendly dengan Suahasil Nazara Ketimbang Purbaya Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Suahasil Nazara jadi Menteri Keuangan. Ia diketahui ditunjuk untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Penggantian tersebut cukup mengejutkan, namun diprediksi akan disambut baik oleh pasar dari Indonesia,

Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad menilai pergantian tersebut bukan sekadar persoalan pergantian pejabat, melainkan bagian dari evaluasi presiden terhadap kondisi di Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Jokowi: Saya Tidak Ada Masalah dengan Ibu Megawati, dan Suatu Saat Nanti Mesti Akan Ketemu

"Saya kira itu bagian daripada evaluasi secara objektif yang dilakukan oleh seorang presiden sehingga memilih sosok yang kami yakin pasar akan jauh lebih friendly dengan Pak Sua (Suahasil Nazara)," ujarnya, dikutip Selasa (15/9/2026).

Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia kemudian dilantik Prabowo sebagai Menteri Keuangan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).

Sementara Purbaya sebelumnya menjadi menteri keuangan sejak 8 September 2025. Ia menjabat setelah menggantikan Sri Mulyani.

Adapun Kamrussamad mengungkap adanya persoalan konsolidasi birokrasi di kementerian terkait yang dinilai belum optimal selama satu tahun terakhir, di balik penggantian dari Purbaya. Ia mengatakan pemerintah memiliki evaluasi yang lebih luas terhadap kinerja dan dinamika di Kementerian Keuangan.

Ia menilai terdapat sejumlah pernyataan dari jajaran pimpinan kementerian terkait yang tidak selalu mudah dipahami oleh pejabat di tingkat eselon I dan eselon II. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat membuat implementasi kebijakan di internal kementerian tidak berjalan seirama dengan pesan yang disampaikan kepada publik.

"Tapi betapapun demikian konsolidasi demokrasi kementerian keuangan dalam satu tahun ini kami menilai kami masih perlu konsolidasi ulang kembali, karena beberapa pandangan-pandangan dari eselon 1 eselon 2 terhadap berbagai pernyataan menteri sebelumnya (Purbaya) kadang-kadang sulit mereka menterjemahkannya," ungkapnya,.

Kamrussamad kemudian menjelaskan dampak yang muncul ketika komunikasi antara pimpinan kementerian dan jajaran birokrasi belum sepenuhnya sinkron.

Baca Juga: Pakar: Infonya Ada Rasa Jengkel dari Pak Prabowo ke Purbaya...

"Jadi lebih kepada konsolidasi birokrasinya belum selesai selama 1 tahun jadi ada dinamika di kementerian keuangan yang kadang-kadang antara pernyataan di eksternal di ruang publik dengan kebijakan itu belum sinkron," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar